Aturan Baru SEC Percepat Peluncuran ETF Kripto, Ciptakan Peluang dan Risiko
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Sep 2025
101 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perubahan aturan SEC memungkinkan peluncuran ETF cryptocurrency dengan lebih cepat.
Saham KindlyMD mengalami penurunan besar, menunjukkan volatilitas di pasar kripto.
Perusahaan-perusahaan terkait Solana menunjukkan minat yang besar untuk membangun treasury digital.
Baru-baru ini, SEC di Amerika Serikat menetapkan aturan baru yang menyederhanakan proses pencatatan untuk trust berbasis komoditas, sehingga memudahkan perusahaan kripto untuk meluncurkan ETF baru tanpa perlu mengajukan perubahan aturan yang rumit untuk setiap produk. Keputusan ini diambil agar pasar kripto bisa tumbuh lebih cepat dan menarik lebih banyak investor, meskipun ada sebagian pihak yang merasa aturan ini berisiko bagi perlindungan investor.
Salah satu perusahaan pertama yang mengambil keuntungan dari aturan ini adalah Rex-Osprey, yang meluncurkan ETF berbasis token XRP dan Dogecoin. Selain itu, mereka berencana mengeluarkan produk ETF leverage untuk trader yang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat melalui mekanisme penjualan opsi mingguan. Namun, produk ini memang lebih cocok untuk trader jangka pendek karena risikonya yang tinggi.
Sementara itu, perusahaan lain seperti KindlyMD yang menjadi perusahaan treasury Bitcoin mengalami penurunan saham cukup drastis setelah melepas saham diskon yang menimbulkan tekanan jual. Meski begitu, CEO-nya masih optimis dan berharap harga saham yang rendah bisa menarik investor baru untuk bergabung dan mendukung visi mereka ke depan.
Berita positif juga datang dari ekosistem Solana, di mana perusahaan Forward Industries berhasil menjadi perusahaan treasury pertama yang mencapai nilai Rp 16.70 triliun ($1 miliar) dengan aset SOL mereka. Perusahaan ini juga berencana menggalang dana tambahan hingga Rp 66.80 triliun ($4 miliar) untuk membeli token Solana lebih banyak. Di sisi lain, Solmate menunjuk Marco Santori sebagai CEO baru dan berhasil mengumpulkan dana Rp 5.01 triliun ($300 juta) , yang membuat sahamnya melonjak hingga 500%.
Di sisi regulasi, perusahaan Bullish mendapat dorongan karena berhasil mendapatkan BitLicense dari New York State Department of Financial Services, yang mengizinkan mereka beroperasi sebagai platform trading dan kustodian aset digital di salah satu pasar terbesar Amerika Serikat. Sedangkan perusahaan Strategy juga melakukan pembelian Bitcoin sebesar Rp 1.00 triliun ($60 juta) , menambah treasury BTC mereka meskipun jumlahnya lebih kecil dibanding sebelumnya.
Analisis Ahli
Caroline Crenshaw
Mengingatkan bahwa menyederhanakan proses review berarti melepas tanggung jawab untuk perlindungan investor dan berisiko memperkenalkan produk yang belum teruji ke pasar terlalu cepat.