Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DeFi Pulih ke Rp 2.84 quadriliun ($170 Miliar) : Dari Krisis Terra ke Ekosistem yang Lebih Aman

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
18 Sep 2025
17 dibaca
2 menit
DeFi Pulih ke Rp 2.84 quadriliun ($170 Miliar) : Dari Krisis Terra ke Ekosistem yang Lebih Aman

Rangkuman 15 Detik

DeFi telah pulih dari keruntuhan Terra/LUNA dengan TVL mencapai $170 miliar.
Ada pergeseran investasi dari produk staking likuid tradisional ke produk staking institusional.
Keamanan dan perlindungan investor menjadi fokus utama untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam industri DeFi.
Total nilai terkunci atau TVL di protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) berhasil mencapai angka 170 miliar dolar AS pada September 2025. Angka ini menjadi tanda penting karena semua kerugian akibat keruntuhan ekosistem Terra/LUNA pada 2022 sudah terpulihkan sepenuhnya. Perjalanan naiknya TVL ini menunjukkan bagaimana industri DeFi mencoba bangkit dari krisis dan membangun kembali kepercayaan investor. Ethereum masih menjadi pemimpin pasar dengan menguasai 59% dari total TVL, tetapi jaringan blockchain baru seperti Base, HyperLiquid, dan Sui mulai merebut perhatian investor dengan total nilai terkunci gabungan lebih dari 10 miliar dolar AS. Di sisi lain, Solana dan BNB Chain juga mengalami pertumbuhan besar, terutama didorong oleh aktivitas memecoin yang naik daun akhir-akhir ini. Investor institusional sekarang lebih banyak mengadopsi ether dan beralih dari produk staking cair tradisional seperti Lido ke produk staking yang lebih profesional dari perusahaan seperti Figment. Sementara itu, protokol pinjaman dan simpanan sekarang menawarkan yield yang lebih realistis dibandingkan masa lalu, contohnya protokol Aave dengan imbal hasil stabil di kisaran 5,2% dan Ether.fi yang menawarkan sekitar 11,1%. Krisis Terra sebelumnya menghapus lebih dari 100 miliar dolar AS TVL secara cepat dan menyebabkan keruntuhan beberapa perusahaan besar seperti Three Arrows Capital. Keruntuhan ini dipicu oleh kegagalan stablecoin algoritmik yang menawarkan yield tidak realistis. Dari pengalaman ini, industri belajar untuk menawarkan angka pengembalian yang lebih berkelanjutan dan mengurangi risiko sistemik. Meski sektor DeFi kini mulai bangkit kembali, masalah utama yang dihadapi adalah masih maraknya peretasan dan penipuan yang menyebabkan kerugian 2,5 miliar dolar AS hanya pada paruh pertama tahun 2025. Untuk bisa bertahan dan mencapai pertumbuhan yang lebih besar, industri harus fokus pada pengembangan teknologi keamanan dan perlindungan investor agar tidak terulang krisis besar berikutnya.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Keamanan adalah tulang punggung ekosistem DeFi; tanpa itu, pertumbuhan hanya akan superficial dan rentan terhadap kegagalan.
Elizabeth Stark
Adopsi institusional adalah hal positif, tapi harus dibarengi dengan regulasi dan pengembangan teknologi keamanan untuk melindungi investor ritel.