Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Popularitas Google Gemini AI Melonjak Berkat Model Nano Banana di India dan Indonesia

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
18 Sep 2025
197 dibaca
2 menit
Popularitas Google Gemini AI Melonjak Berkat Model Nano Banana di India dan Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Fitur Nano Banana di Google Gemini mendorong lonjakan popularitas aplikasi di berbagai negara.
India menjadi pasar utama untuk adopsi fitur baru dalam aplikasi AI, menunjukkan interaksi yang unik dengan teknologi.
Meskipun Google Gemini mendominasi download, pengeluaran di dalam aplikasi masih lebih tinggi di Amerika Serikat.
Aplikasi Google Gemini AI mendadak menjadi aplikasi gratis terpopuler di toko aplikasi Apple App Store dan Google Play terutama di India dan Indonesia pada awal September 2025. Popularitas ini disebabkan oleh peluncuran model baru bernama Nano Banana yang terintegrasi dalam aplikasi Gemini, memungkinkan pengguna membuat foto editan menggunakan kecerdasan buatan hanya dengan perintah sederhana. India ternyata menjadi negara dengan pengguna Nano Banana terbesar di dunia, hal ini dikonfirmasi oleh data penggunaan dan analisis dari Google DeepMind. Pengguna di India kreatif memanfaatkan fitur ini untuk membuat potret bergaya retro ala Bollywood tahun 1990-an, menciptakan kembali estetika fesyen, rambut, dan makeup dari era tersebut melalui AI. Selain Nano Banana, Google Gemini juga menghadirkan model produksi video bernama Veo 3 AI yang dimanfaatkan pengguna India untuk membuat video pendek yang memperlihatkan foto lama keluarga mereka, seperti kakek-nenek dan leluhur yang sudah meninggal. Tren ini menunjukkan penggunaan AI yang semakin personal dan bernilai emosional. Data dari Appfigures menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah unduhan Google Gemini di India setelah rilis Nano Banana, mencapai puncak lebih dari 400.000 unduhan per hari. Sementara itu, Amerika Serikat menjadi pasar terbesar untuk pembelian dalam aplikasi, dengan pengeluaran mencapai Rp 38.41 miliar (US$2,3 juta) sejak peluncuran aplikasi tersebut. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam cara pengguna di pasar besar seperti India dan Indonesia menggunakan teknologi AI, khususnya dalam produksi konten visual dan video yang sesuai dengan budaya setempat. Ini menjadi tanda bahwa aplikasi AI yang mengintegrasikan nilai lokal dan kemudahan penggunaan akan terus berkembang dan mendominasi pasar global.

Analisis Ahli

David Sharon
India menjadi negara dengan adopsi terbesar karena populasi online dan pasar ponsel yang besar, serta pengguna aktif yang mencari cara unik untuk berinteraksi dengan AI secara lokal.