Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kecelakaan Mobil Terbang Xpeng di China Ungkap Tantangan Besar Keselamatan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
18 Sep 2025
214 dibaca
2 menit
Kecelakaan Mobil Terbang Xpeng di China Ungkap Tantangan Besar Keselamatan

Rangkuman 15 Detik

Kecelakaan mobil terbang menunjukkan tantangan dalam teknologi baru.
Xpeng Aeroht berkomitmen untuk mengembangkan mobil terbang meskipun ada insiden.
Perekonomian rendah di China sedang berkembang dengan fokus pada inovasi penerbangan.
Di China, dua kendaraan mobil terbang elektrik vertikal lepas landas dan mendarat (eVTOL) dari perusahaan Xpeng Aeroht bertabrakan saat latihan formasi dekat di Changchun, menyebabkan satu kendaraan terbakar dan satu pilot terluka ringan. Insiden ini memperlihatkan risiko besar yang masih ada pada teknologi mobil terbang yang sedang dikembangkan. Xpeng Aeroht, anak perusahaan dari produsen kendaraan listrik Xpeng, mengonfirmasi penyebab kecelakaan adalah jarak penerbangan yang terlalu dekat di antara kedua kendaraan. Salah satu kendaraan mendarat dengan selamat, sementara yang satunya mengalami kerusakan parah dan terbakar. Semua personel di lokasi selamat, dan penyelidikan sedang berlangsung. Mobil terbang Xpeng ini memiliki fitur menarik seperti kabin panorama 270 derajat dan dapat terbang pada ketinggian antara 300 sampai 500 meter, dengan kemampuan melakukan 5-6 penerbangan dalam satu kali pengisian baterai. Harga satu unit mencapai 281.015 USD, dan perusahaan telah menerima lebih dari 4.000 pesanan. China sangat mendorong sektor 'ekonomi rendah-ketinggian' yang mencakup pengembangan drone dan taksi terbang sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah memasukkan sektor ini ke dalam prioritas pembangunan nasional untuk memperkuat inovasi teknologi dan layanan udara canggih di bawah ketinggian 3.000 meter. Meskipun kecelakaan ini mengejutkan banyak pihak, kejadian ini juga menjadi pelajaran penting bagi pengembangan teknologi mobil terbang, khususnya dalam aspek keselamatan dan regulasi. Fasilitas produksi baru akan mulai beroperasi pada 2026, dan dengan perbaikan yang tepat, masa depan mobil terbang Indonesia akan semakin cerah.

Analisis Ahli

Elon Musk
Mobil terbang memiliki potensi besar, tapi kendali otomatis dan keamanan harus mutlak diutamakan sebelum mereka bisa menjadi moda transportasi massal.
Jérôme Duval (insinyur eVTOL)
Pengujian formasi dekat sangat berisiko tanpa sistem komunikasi dan sensor otomatis yang sangat canggih untuk menghindari tabrakan.