NVIDIA vs D-Wave: Pertarungan Raksasa dan Pakar di Dunia Komputasi Kuantum
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
18 Sep 2025
153 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
NVIDIA semakin memperluas jangkauannya dalam komputasi kuantum melalui investasi dan kolaborasi strategis.
D-Wave terus menunjukkan kemajuan dengan teknologi annealing dan aplikasi praktis di berbagai industri.
Perbandingan antara D-Wave dan NVIDIA menunjukkan perbedaan antara spesialisasi dan skala dalam komputasi kuantum.
Pada tahun 2025, NVIDIA mengumumkan langkah besar dengan mendirikan pusat riset kuantum di Boston yang bertujuan menggabungkan teknologi hardware kuantum terbaik dengan superkomputer AI miliknya. Tujuannya adalah mengatasi masalah-masalah utama komputasi kuantum seperti gangguan qubit, pengendalian hardware, dan koreksi kesalahan algoritmik. Kolaborasi dengan banyak institusi dan pemain kunci juga menandai komitmen NVIDIA dalam memperluas pengaruhnya dari AI ke ranah kuantum.
NVIDIA juga memperkenalkan ABCI-Q, superkomputer riset kuantum terbesar di dunia, yang mendukung beban kerja campuran antara kuantum dan GPU. Sistem ini mengintegrasikan berbagai teknologi qubit dari mitra seperti Fujitsu, QuEra, dan OptQC, mendekatkan teknologi kuantum ke aplikasi nyata yang lebih kompleks dan lintas platform. NVIDIA meyakini bahwa hybridisasi ini adalah model masa depan komputasi tinggi.
Untuk mempermudah integrasi dan eksekusi bersama antara komputasi kuantum dan klasik, NVIDIA mengembangkan platform CUDA-Q. Selain itu, program pelanggan awal DGX Quantum dengan Quantum Machines juga memperkuat kesiapan infrastruktur ini. Semua ini menunjukkan fokus NVIDIA bukan hanya pada hardware, tapi sekaligus ekosistem software untuk mendukung pengembangan aplikasi quantum yang dapat dipakai secara luas.
Sementara itu, D-Wave terus mengembangkan teknologi annealing kuantum dengan Advantage2 yang memiliki lebih dari 4.400 qubit. Mereka juga berkolaborasi dengan NASA untuk meningkatkan teknologi cryogenic dan merencanakan chip dengan qubit hingga 100.000. D-Wave juga membuka lebih banyak peluang praktis dengan aplikasi di berbagai industri dan ratusan aplikasi yang sudah diuji melalui platformnya, meski dengan valuasi yang sangat tinggi dan risiko lebih besar.
Dari sisi investasi, saham D-Wave melonjak tajam tahun ini, namun secara valuasi jauh lebih mahal dibanding NVIDIA yang menawarkan kestabilan melalui skala dan diversifikasi bisnis. Investor disarankan untuk mempertimbangkan NVIDIA sebagai pilihan aman jangka panjang, sedangkan D-Wave bisa menjadi pilihan spekulatif yang berpotensi untung besar jika teknologinya mendapat adopsi luas.
Analisis Ahli
John Preskill
NVIDIA's approach of hybrid quantum-classical systems is a promising direction to overcome current quantum hardware limitations and may accelerate practical quantum applications.Scott Aaronson
D-Wave's annealing focus is niche but valuable, yet the future belongs to flexible and scalable gate-model quantum processors integrated with classical systems, which companies like NVIDIA seem to be targeting.