Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ethereum Hadapi Antrean Validator Terlama Saat Layer-2 Dan AI Mendorong Masa Depan

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
17 Sep 2025
1222 dibaca
2 menit
Ethereum Hadapi Antrean Validator Terlama Saat Layer-2 Dan AI Mendorong Masa Depan

TLDR

Ethereum menghadapi antrian keluar validator terbesar dalam sejarahnya dengan 2,5 juta ETH menunggu untuk keluar.
Layer-2 semakin populer, menarik aktivitas DeFi dari Ethereum layer-1, menunjukkan evolusi ekosistem keuangan.
American Express memperkenalkan 'travel stamps' berbasis blockchain untuk menciptakan catatan pengalaman perjalanan yang unik.
Ethereum sedang menghadapi tantangan besar dengan adanya antrean validator keluar yang menumpuk hingga 2,5 juta ETH senilai lebih dari 11 miliar dolar AS. Hal ini terjadi setelah Kiln, salah satu penyedia infrastruktur besar, memutuskan menarik semua validatornya akibat insiden keamanan. Antrean ini mengakibatkan waktu tunggu keluar validator mencapai 46 hari, yang merupakan yang terpanjang dalam sejarah staking Ethereum.Sementara itu, aktivitas DeFi di layer-1 Ethereum terpantau menurun drastis. Total fee yang terkumpul di mainnet pada bulan Agustus hanya mencapai 44 juta dolar, turun 44% dari bulan sebelumnya. Namun, di sisi lain, Layer-2 seperti Arbitrum dan Base justru mengalami lonjakan dengan TVL mencapai puluhan miliar dolar, menunjukkan pergeseran aktivitas penting ke solusi scaling ini.Ethereum Foundation merespon tren teknologi dengan membentuk tim AI terdesentralisasi untuk mengembangkan 'machine economy' yang memungkinkan AI melakukan pembayaran dan koordinasi tanpa perantara. Dengan sifatnya yang netral dan tahan sensor, Ethereum dinilai sangat tepat menjadi lapisan dasar bagi sistem AI yang pintar dan terdesentralisasi.Perusahaan besar seperti American Express juga mulai mengaplikasikan teknologi blockchain dengan meluncurkan token 'travel stamps' berbasis Ethereum untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang unik dan tidak bisa diperdagangkan. Inisiatif ini menunjukkan mulai adanya adopsi blockchain di luar ranah finansial saja, menuju implementasi layanan konsumen.Di sisi lain, Google mengembangkan protokol terbuka untuk mengintegrasikan aplikasi AI dengan pembayaran digital menggunakan stablecoin, bekerja sama dengan berbagai perusahaan kripto dan finansial. Langkah ini menandakan masa depan digital yang semakin terhubung antara AI dan uang digital, membuka kemungkinan aplikasi baru yang kompleks dan otonom.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.