Temuan Artefak Kapal Britannic, Saudaranya Titanic, Setelah Abad Tenggelam
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
17 Sep 2025
300 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Artefak dari Britannic memberikan wawasan tentang sejarah maritim dan peran kapal selama Perang Dunia I.
Misi pemulihan ini menunjukkan pentingnya konservasi warisan budaya bawah laut.
Britannic akan menjadi pusat perhatian di museum nasional yang akan dibangun di Piraeus.
Kapal Britannic, saudara dari Titanic, tenggelam di Laut Aegea pada 1916 setelah menabrak ranjau Jerman selama Perang Dunia I. Kapal ini kemudian ditemukan dan diangkat artefaknya pada tahun 2025 setelah lebih dari seratus tahun tenggelam. Operasi ini disetujui dan diawasi oleh Kementerian Kebudayaan Yunani.
Britannic awalnya dibuat sebagai kapal penumpang mewah, tetapi saat Perang Dunia I, kapal ini diubah menjadi kapal rumah sakit mengangkut korban luka perang. Pada tanggal 21 November 1916, kapal ini menabrak ranjau dan tenggelam dalam waktu kurang dari satu jam, menyebabkan kematian 30 orang dari lebih dari seribu penumpangnya.
Pemulihan artefak dilakukan dengan menggunakan teknologi penyelaman canggih seperti sistem closed-circuit rebreather untuk menyelam di kedalaman lebih dari 120 meter. Tim penyelam profesional menghadapi tantangan seperti arus kuat dan visibilitas rendah selama operasi yang berlangsung selama delapan hari.
Artefak yang berhasil diangkat mencakup lonceng kapal, lampu navigasi, piring kelas satu perunggu, ubin dari kamar mandi Turki kapal, serta perlengkapan penumpang seperti binokuler dan wastafel porselen. Barang-barang ini menunjukkan perpaduan antara kemewahan kapal dan fungsi sebagai rumah sakit perang.
Kementerian Kebudayaan menyatakan bahwa artefak ini nantinya akan menjadi koleksi permanen di Museum Antik Bawah Laut di Piraeus, yang memiliki bagian khusus tentang Perang Dunia I. Semua ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenang kisah tragis kapal Britannic serta sejarah maritim dunia.
Analisis Ahli
Simon Mills
Pemulihan ini bukan hanya soal artefak, tetapi juga tentang menghidupkan kembali cerita sejarah dan memberikan akses publik pada sebuah bagian penting dari warisan dunia.Richie Kohler
Teknologi rebreather dan metode pengangkatan modern memungkinkan misi ini berhasil dalam kondisi ekstrem, menandai kemajuan besar dalam eksplorasi ilmu bawah laut.

