Business Insider Resmi Izinkan AI Bantu Tulis Berita Tanpa Umumkan ke Pembaca
Teknologi
Kecerdasan Buatan
17 Sep 2025
5 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Business Insider mengizinkan jurnalisnya menggunakan AI untuk draft awal artikel.
Memo dari Jamie Heller menegaskan bahwa hasil akhir harus tetap merupakan karya jurnalis.
Penggunaan AI dalam jurnalisme menimbulkan kontroversi terkait model bisnis dan etika.
Business Insider telah mengeluarkan kebijakan baru yang memperbolehkan jurnalisnya menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam proses pembuatan berita, khususnya untuk menulis draft pertama. Ini adalah salah satu contoh pertama dari media besar yang secara resmi menerima penggunaan AI secara luas dalam menjurnalistik.
Menurut memo internal yang dikeluarkan oleh editor-in-chief Jamie Heller, AI boleh digunakan layaknya alat kerja lain seperti untuk riset atau pengeditan gambar. Namun, jurnalis tetap harus memastikan bahwa hasil akhir yang dipublikasikan adalah karya mereka sendiri dan bertanggung jawab penuh atas isi berita.
Penting untuk dicatat bahwa, meskipun AI digunakan, Business Insider memilih untuk tidak menyertakan pemberitahuan khusus kepada pembaca mengenai keterlibatan AI dalam penulisan kecuali konten tersebut dihasilkan sepenuhnya oleh AI atau belum melalui verifikasi yang memadai.
Langkah ini diambil di tengah perdebatan industri media seputar dampak AI, termasuk isu krisis model bisnis, pencurian konten oleh perusahaan AI, serta potensi risiko bagi kredibilitas dan keaslian berita. Business Insider sendiri sebelumnya pernah menghadapi masalah terkait penggunaan konten AI yang tidak jelas asal-usulnya.
Selain kebijakan internal, Business Insider dan induk perusahaannya, Axel Springer, juga memperkuat posisi mereka dengan menjalin kerja sama lisensi teknologi dengan perusahaan besar di bidang AI seperti OpenAI dan Microsoft untuk mendukung inovasi dan pemanfaatan teknologi ini.
Analisis Ahli
Emily Bell
Mengizinkan AI sebagai alat bantu kreatif adalah langkah yang alami, tapi transparansi tetap kunci utama agar integritas media tidak terkikis.

/2025/02/25/1740496840201.gif?w=3840)