Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ark Innovation ETF Cetak Untung Besar Tapi Risiko Masih Tinggi di 2026

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (6mo ago) investment-and-capital-markets (6mo ago)
17 Sep 2025
257 dibaca
2 menit
Ark Innovation ETF Cetak Untung Besar Tapi Risiko Masih Tinggi di 2026

Rangkuman 15 Detik

Investasi di Ark Innovation ETF menawarkan potensi pertumbuhan yang tinggi tetapi juga disertai dengan risiko volatilitas yang besar.
Kinerja masa lalu tidak selalu mencerminkan hasil di masa depan, sehingga penting untuk memiliki ekspektasi yang realistis saat berinvestasi.
Diversifikasi portofolio dengan mempertimbangkan ETF lain yang lebih stabil bisa menjadi pilihan bagi investor yang mencari risiko yang lebih rendah.
Ark Innovation ETF, dana yang dikelola oleh Cathie Wood, melanjutkan momentum positif dengan kenaikan 42,7% pada tahun 2025. Dana ini fokus pada saham-saham teknologi disruptif yang menjanjikan seperti kendaraan listrik, AI, dan robotika. Namun, performa luar biasa ini tidak serta-merta berarti stabilitas berkelanjutan karena sejarah volatilitas tinggi pada dana tersebut. ETF ini hanya memegang sekitar 43 saham dan sepuluh terbesar menyumbang hampir 60% dari nilai total, di antaranya Tesla, Palantir, dan Advanced Micro Devices. Tesla sendiri dianggap sangat potensial tapi juga berisiko karena valuasi yang tinggi. Saham lain di dalam dana ini juga berfokus pada teknologi inovatif dan startup yang berkembang cepat. Meskipun mampu mengungguli indeks S&P 500 dalam jangka panjang dengan return tahunan rata-rata 13,9%, ETF ini sangat fluktuatif bahkan pernah turun hingga 80% dari puncaknya pada 2021. Saat ini, ETF ini masih dalam fase pemulihan dan masih jauh dari level tertinggi. Di sisi lain, S&P 500 justru mencapai rekor tertinggi baru. Biaya pengelolaan Ark Innovation ETF cukup tinggi yakni 0,75%, jauh di atas rata-rata ETF indeks besar yang biasanya hanya 0,03%. Ini menjadi pertimbangan penting bagi investor terutama yang ingin berinvestasi jangka panjang tanpa menerima risiko besar dan biaya tinggi. Para analis menyarankan agar investor yang tertarik tetap realistis. Memperkirakan pengembalian di kisaran rata-rata jangka panjang sekitar 13,9% di tahun-tahun mendatang lebih masuk akal dibanding berharap lonjakan besar seperti di tahun 2025. Investor juga harus siap menerima risiko fluktuasi tajam dan mengawasi perubahan strategi pengelolaan dana oleh Cathie Wood dan timnya.

Analisis Ahli

Anthony Di Pizio
Ark Innovation ETF telah memberikan pengembalian yang mengesankan dalam jangka panjang, namun volatilitasnya membuatnya kurang cocok bagi investor yang tidak siap menghadapi fluktuasi besar. Dengan adanya saham overvalued seperti Tesla, investor harus berhati-hati dan tidak terlalu optimis berharap pengulangan performa bagus di 2025.