AI summary
Investasi pada altcoin harus dievaluasi berdasarkan merit masing-masing proyek. Kenaikan Bitcoin dan Ethereum dapat mengakibatkan penurunan minat pada altcoin lainnya. Regulasi baru dan adopsi institusional dapat membuka peluang bagi altcoin yang berkualitas. Pada 2021, banyak investor yang membeli berbagai altcoin dengan harapan mendapat keuntungan besar seperti di masa lalu. Namun, empat tahun kemudian nilai investasi dalam 20 altcoin teratas justru turun sekitar 30%, menunjukkan bahwa tidak semua kripto dapat pulih setelah krisis pasar 2022 dan 2023.Altcoin seperti XRP, Binance Coin, Ethereum, Stellar, dan Solana adalah yang berhasil menunjukkan peningkatan nilai berkat dukungan regulasi dan adopsi teknologi mereka. Keputusan SEC yang mengakhiri beberapa gugatan terhadap proyek-proyek ini juga meningkatkan kepercayaan investor.Sebaliknya, banyak altcoin lain seperti Dogecoin, Chainlink, Cardano, dan Polygon mengalami penurunan harga signifikan disebabkan oleh masalah teknis, persaingan sengit, hingga kegagalan total seperti Terra yang menghancurkan nilai investasinya hampir total.Faktor penting dalam tren ini adalah dominasi Bitcoin dan Ethereum di pasar, didukung oleh ETF spot yang memudahkan investasi institusional. Hal ini membuat altcoin lain lebih sulit mendapatkan perhatian dan modal yang cukup untuk tumbuh.Ke depan, kemungkinan akan ada altcoin season baru, tetapi bukan seperti dulu yang serba spekulatif dan tanpa seleksi. Kali ini, pasar diperkirakan akan mengutamakan proyek berkualitas yang mempunyai pengaruh nyata dalam ekosistem kripto, terutama jika SEC menyetujui ETF altcoin baru.
Pasar altcoin saat ini menunjukkan bahwa hype belaka tidak cukup untuk bertahan lama tanpa fondasi teknologi dan kepemimpinan yang solid. Investor harus lebih cerdas dan fokus pada fundamental proyek serta perubahan regulasi yang dapat memengaruhi nilai token.