Investasi Altcoin 2021 Turun 30%, Hati-hati dan Pilih Proyek Berkualitas
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Sep 2025
42 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Investasi pada altcoin harus dievaluasi berdasarkan merit masing-masing proyek.
Kenaikan Bitcoin dan Ethereum dapat mengakibatkan penurunan minat pada altcoin lainnya.
Regulasi baru dan adopsi institusional dapat membuka peluang bagi altcoin yang berkualitas.
Pada 2021, banyak investor yang membeli berbagai altcoin dengan harapan mendapat keuntungan besar seperti di masa lalu. Namun, empat tahun kemudian nilai investasi dalam 20 altcoin teratas justru turun sekitar 30%, menunjukkan bahwa tidak semua kripto dapat pulih setelah krisis pasar 2022 dan 2023.
Altcoin seperti XRP, Binance Coin, Ethereum, Stellar, dan Solana adalah yang berhasil menunjukkan peningkatan nilai berkat dukungan regulasi dan adopsi teknologi mereka. Keputusan SEC yang mengakhiri beberapa gugatan terhadap proyek-proyek ini juga meningkatkan kepercayaan investor.
Sebaliknya, banyak altcoin lain seperti Dogecoin, Chainlink, Cardano, dan Polygon mengalami penurunan harga signifikan disebabkan oleh masalah teknis, persaingan sengit, hingga kegagalan total seperti Terra yang menghancurkan nilai investasinya hampir total.
Faktor penting dalam tren ini adalah dominasi Bitcoin dan Ethereum di pasar, didukung oleh ETF spot yang memudahkan investasi institusional. Hal ini membuat altcoin lain lebih sulit mendapatkan perhatian dan modal yang cukup untuk tumbuh.
Ke depan, kemungkinan akan ada altcoin season baru, tetapi bukan seperti dulu yang serba spekulatif dan tanpa seleksi. Kali ini, pasar diperkirakan akan mengutamakan proyek berkualitas yang mempunyai pengaruh nyata dalam ekosistem kripto, terutama jika SEC menyetujui ETF altcoin baru.
Analisis Ahli
Emma Newbery
Altcoin harus dievaluasi berdasarkan potensi fundamental dan posisi mereka dalam ekosistem yang lebih luas daripada hanya mengandalkan tren pasar.Brian Armstrong
Meningkatnya jumlah token yang dibuat menunjukkan pasar cryptocurrency semakin ramai, sehingga investor harus lebih selektif dalam memilih proyek.