Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fortinet Investasi Besar Infrastruktur untuk Memperkuat Layanan Cloud dan Keamanan

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
16 Sep 2025
62 dibaca
2 menit
Fortinet Investasi Besar Infrastruktur untuk Memperkuat Layanan Cloud dan Keamanan

Rangkuman 15 Detik

Fortinet berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Permintaan untuk keamanan berbasis cloud terus meningkat, memberikan peluang bagi Fortinet.
Zscaler dan Cisco adalah pesaing utama Fortinet dalam industri keamanan siber.
Fortinet sedang membuat langkah besar dengan meningkatkan investasi di infrastruktur teknologi mereka. Pada kuartal kedua tahun 2025, pengeluaran infrastruktur Fortinet melonjak hingga 168 juta dolar AS, meningkat 145 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan layanan FortiSASE dan FortiCloud yang fokus pada cloud serta keamanan siber berbasis layanan. Perusahaan memberikan panduan pengeluaran infrastruktur sebesar 380 hingga 430 juta dolar AS untuk tahun 2025, memperlihatkan bahwa Fortinet sangat serius dalam membangun pondasi layanan cloud yang kuat. Proyeksi pendapatan perusahaan untuk tahun ini berada di kisaran 6,67 hingga 6,82 miliar dolar AS, dengan dukungan utama dari ekspansi layanan cloud-native mereka. Fortinet memilih mengembangkan infrastrukturnya sendiri agar bisa mengoptimalkan kinerja dan memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi yang diatur ketat. Selain belanja infrastruktur rutin, Fortinet telah menginvestasikan hampir 2 miliar dolar AS untuk membangun fasilitas global seluas 5 juta kaki persegi yang mencakup pusat data, pusat operasi keamanan dan jaringan, hingga laboratorium riset dan pengembangan. Keberadaan fasilitas ini meningkatkan pengalaman pelanggan, mengurangi biaya, dan memperkuat kontrol keamanan. Lokasi data center yang tersebar juga membuka peluang untuk menjual lebih banyak produk dan layanan manajemen keamanan. Kompetisi di industri keamanan siber cloud sangat ketat. Zscaler menjadi pemimpin dalam keamanan cloud-native dan model SaaS tanpa hardware lokal, sementara Cisco terus menguatkan posisinya dengan akuisisi besar dan investasi terkait AI serta keamanan hybrid. Walaupun Fortinet menunjukkan komitmen besar dalam infrastruktur, sahamnya tercatat mengalami penurunan 14,3 persen tahun ini, lebih buruk dibanding indeks industri dan sektor teknologi secara umum. Dari sisi penilaian, Fortinet dianggap mahal karena memiliki rasio harga terhadap penjualan yang lebih tinggi dari rata-rata sektor. Diprediksi laba per saham tahun 2025 naik sedikit 6,33 persen. Pada saat ini saham Fortinet mendapat peringkat Hold oleh Zacks. Investasi besar di infrastruktur adalah taruhan jangka panjang yang bisa membawa pertumbuhan kuat, namun juga menimbulkan risiko sehingga investor perlu memperhatikan perkembangan selanjutnya.

Analisis Ahli

John P. Mello Jr.
Fortinet’s massive infrastructure investments signal a clear strategic shift toward service-led growth, but the company must balance rapid spending with maintaining profitability to satisfy investors.
Sarah Perez
The cloud-native focus of competitors like Zscaler shows that Fortinet’s hardware-heavy approach may face challenges as the security market rapidly evolves toward lightweight SaaS solutions.