Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kering dan Merek Mewah Kena Serangan Hacker, Data Pelanggan Bocor

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
16 Sep 2025
183 dibaca
2 menit
Kering dan Merek Mewah Kena Serangan Hacker, Data Pelanggan Bocor

Rangkuman 15 Detik

Pembobolan data dapat memengaruhi banyak pelanggan dari merek mewah.
Perusahaan harus segera memberi tahu pelanggan tentang kebocoran data untuk menjaga kepercayaan.
Kelompok peretas seperti ShinyHunters terus mengincar perusahaan besar untuk mencuri data pribadi.
Kering, pemilik berbagai merek mewah terkenal seperti Gucci dan Balenciaga, baru saja mengonfirmasi adanya kebocoran data yang mempengaruhi pelanggannya. Para hacker berhasil mencuri informasi pribadi pelanggan seperti nama, alamat email, nomor telepon, alamat rumah, dan bahkan jumlah total uang yang telah mereka belanjakan di toko-toko Kering di seluruh dunia. Kelompok hacker yang dikenal dengan nama ShinyHunters mengklaim mencuri data pribadi dari setidaknya 7 juta orang. Namun, jumlah sebenarnya yang terdampak kemungkinan jauh lebih besar, seperti yang dilaporkan oleh DataBreaches.net. ShinyHunters dikenal sering menyerang database cloud yang dihosting dengan layanan Salesforce. Lebih jauh, ShinyHunters juga dituduh melakukan pencurian data serupa pada beberapa perusahaan besar lainnya, termasuk Allianz Life, Google, Qantas, dan Workday. Ini menunjukkan pola serangan yang tidak hanya mengincar satu perusahaan saja, tetapi sistem cloud yang banyak digunakan oleh berbagai organisasi. Kering sendiri telah menghubungi pelanggan yang datanya dicuri, meskipun mereka belum menyebutkan jumlah pasti orang yang terdampak. Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan lain agar lebih waspada dan meningkatkan keamanan data pelanggan mereka. Insiden ini juga memperlihatkan bagaimana serangan siber terhadap database cloud bisa berdampak besar pada privasi dan keamanan data konsumen secara global. Konsumen pun diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi mereka agar tidak menjadi korban penipuan atau penyalahgunaan.

Analisis Ahli

Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Kebocoran skala besar seperti ini menunjukkan kelemahan mendasar dalam pengelolaan data oleh perusahaan besar dan pentingnya transparansi dalam pemberitahuan pelanggaran data agar konsumen dapat mengambil tindakan pencegahan.
Bruce Schneier (Pakarnya Keamanan Siber)
Insiden dari grup hacker ShinyHunters menegaskan bahwa serangan terhadap database cloud akan terus meningkat dan perusahaan harus beradaptasi dengan ancaman yang semakin kompleks dan canggih.