Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Nothing Siap Masuk Indonesia Dengan Dukungan Pendanaan Rp 3.34 triliun (US$200 Juta) Dan Tekankan AI

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
16 Sep 2025
1341 dibaca
2 menit
Nothing Siap Masuk Indonesia Dengan Dukungan Pendanaan Rp 3.34 triliun (US$200 Juta)  Dan Tekankan AI

TLDR

Nothing berencana untuk memasuki pasar Indonesia dengan membuka lowongan kerja lokal.
Perusahaan ini baru saja mendapatkan pendanaan besar yang meningkatkan valuasinya secara signifikan.
Carl Pei memiliki visi untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam berbagai produk konsumen di masa depan.
Merek smartphone asal Inggris yang dikenal dengan nama Nothing sedang bersiap untuk memasuki pasar Indonesia. Perusahaan ini telah memposting lowongan pekerjaan untuk posisi penting seperti Marketing Lead dan PR & Influencer Manager yang ditujukan untuk wilayah Indonesia. Hal ini menjadi indikasi bahwa Nothing serius ingin ekspansi ke pasar lokal.Selain ekspansi, Nothing baru saja mendapatkan pendanaan sebesar 200 juta dolar AS yang dipimpin oleh Tiger Global. Pendanaan ini meningkatkan valuasi perusahaan menjadi 1,3 miliar dolar AS atau sekitar 21 triliun rupiah. Pendanaan ini akan menunjang rencana pengembangan produk dan strategi pemasaran Nothing secara global dan lokal.Nothing didirikan oleh Carl Pei pada tahun 2020, yang sebelumnya juga dikenal sebagai pendiri OnePlus. Sejak peluncuran pertama smartphone mereka pada 2022, Nothing terus memperluas lini produk termasuk perangkat audio seperti earbuds. Penjualan produknya sudah mencapai total pendapatan sekitar 1 miliar dolar AS.Salah satu fokus utama Nothing adalah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI ke dalam produknya, mulai dari smartphone, perangkat audio, hingga perangkat wearable seperti jam tangan pintar. Carl Pei menyatakan bahwa AI dan produk konsumen harus berkembang bersama agar bisa mencapai potensi maksimal.Ke depan, Nothing berniat mengembangkan sistem operasi dan produk baru seperti smart glasses, robot humanoid, serta kendaraan listrik. Didukung oleh pemegang saham ternama, perusahaan ini berharap bisa menghadirkan inovasi yang menantang dominasi merek-merek dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan China di pasar global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.