AI summary
Privy berencana untuk memperluas bisnisnya ke Australia dengan fokus pada otomasi. Penggunaan AI akan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan Privy di masa depan. Proyeksi pertumbuhan Privy diperkirakan mencapai 35-40% secara organik pada tahun depan. Privy, sebuah perusahaan layanan digital asal Indonesia, kini mengembangkan bisnisnya ke Australia. Negara-negara Barat seperti Australia mulai fokus pada otomasi, sehingga permintaan untuk layanan seperti yang ditawarkan Privy meningkat.Krishna Chandra, CIO Privy, mengatakan bahwa pelanggan di Australia memiliki keinginan yang lebih besar untuk membayar layanan dibandingkan dengan di Indonesia. Hal ini karena kebutuhan otomasi yang lebih maju telah memengaruhi budaya dan kebiasaan mereka.Selain ekspansi pasar, Privy juga terus mengembangkan teknologi menggunakan kecerdasan buatan (AI). AI diaplikasikan untuk memudahkan pengguna saat menggunakan layanan Privy serta untuk meningkatkan produktivitas dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.Selain tanda tangan elektronik dan sertifikasi, Privy berencana memperluas penggunaan produknya ke berbagai industry lain supaya adopsinya bisa lebih cepat dan luas. Hal ini diharapkan membuat produk Privy semakin relevan dan menarik bagi lebih banyak sektor bisnis.Privy memproyeksikan pertumbuhan bisnis organik sekitar 35-40% pada tahun berikutnya. Mereka optimis dengan strategi yang dijalankan, terutama di pasar Australia, dan terus berinovasi agar layanan yang diberikan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Privy mengambil langkah strategis masuk ke pasar Australia yang sudah lebih matang dalam adopsi otomasi, sehingga peluang pertumbuhan memang cukup besar jika mereka mampu beradaptasi dengan regulasi dan kebutuhan pasar lokal. Penggunaan AI menjadi kunci utama untuk memberikan layanan yang efisien dan inovatif, sehingga ini dapat mendorong Privy menjadi pemain penting di bidang digital signature dan sertifikasi elektronik secara global.