Snap Perbarui Software Spectacles AR Sebagai Langkah Menuju Kacamata Konsumen 2026
Teknologi
Gadgets dan Wearable
15 Sep 2025
134 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Snap berusaha untuk mengubah pengalaman augmented reality menjadi lebih praktis dan sosial.
Pembaruan Snap OS 2.0 menunjukkan langkah menuju fungsionalitas yang lebih baik meski tidak terlalu menarik.
Kacamata AR masih perlu perbaikan signifikan dalam hal desain dan daya tahan sebelum bisa diterima oleh pasar massal.
Snap telah meluncurkan pembaruan berupa Snap OS 2.0 untuk kacamata AR mereka yang khusus untuk pengembang. Meskipun belum ada versi untuk konsumen yang dirilis, pembaruan ini mengusung fitur yang lebih praktis seperti browser web yang lebih cepat, galeri video, serta alat terjemahan berbasis AI. Menurut Snap, mereka ingin membuat kacamata ini lebih dari sekadar alat hiburan teknologi, tapi juga perangkat yang benar-benar bisa digunakan sehari-hari oleh penggunanya.
Browser yang ada dalam Snap OS 2.0 kini bisa memuat halaman lebih cepat dengan konsumsi daya yang lebih sedikit. Pengguna dapat dengan mudah membuka situs web favorit seperti YouTube dan menonton video dengan kontrol penuh yang disesuaikan untuk layar kaca AR. Akan tetapi, Snap lebih memilih menampilkan konten mereka sendiri seperti Spotlight, sebuah aplikasi video tren yang mirip TikTok dengan fitur komentar yang tampil berdampingan berkat ruang layar ekstra dari AR.
Fitur yang cukup menarik adalah aplikasi terjemahan AI yang bisa menangkap dan menerjemahkan suara secara real time dari lebih 40 bahasa. Walaupun saat ini masih sedikit lambat dalam mendeteksi bahasa asal dan menerjemahkannya, fitur ini juga berguna sebagai alat bantu dengar dengan menampilkan teks tertutup langsung di kacamata. Ada juga mode Super Travel yang memungkinkan pengguna memilih teks di pandangan mereka untuk kemudian diterjemahkan, sebuah fitur yang mirip Google Translate kamera namun khusus untuk AR.
Sayangnya, perangkat keras Spectacles saat ini masih belum siap untuk pasar konsumen karena bentuknya yang besar, kurang menarik secara desain, dan baterai yang hanya bertahan kurang lebih 45 menit. Tantangan terbesar yang dihadapi Snap termasuk ukuran perangkat yang harus diperkecil, desain yang harus lebih modis, serta durasi baterai yang harus diperpanjang agar lebih praktis digunakan di kehidupan sehari-hari.
Snap menegaskan bahwa visi mereka untuk Spectacles adalah menciptakan komputer baru yang bersifat sosial dan kontekstual tanpa membuat penggunanya terisolasi dari dunia nyata, berbeda dengan pendekatan VR. Mereka percaya dengan teknologi AI dan komunitas pengembang, mereka bisa menciptakan ekosistem AR yang bermanfaat dan menarik untuk masa depan, dan akan meluncurkan kacamata konsumen yang jauh lebih baik pada tahun 2026.
Analisis Ahli
Evan Spiegel
AR adalah komputer baru yang dipersonalisasi, kontekstual, dan dibagikan secara sosial.Qi Pan
Baterai pada kacamata AR adalah masalah rumit yang harus dipecahkan untuk membuat perangkat ini praktis digunakan.

