Larva Ngengat Lilin: Solusi Alami Pengurai Sampah Plastik Polyethylene
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Sep 2025
159 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Ulat lilin memiliki potensi untuk membantu mengatasi pencemaran plastik melalui biodegradasi polietilena.
Mekanisme pencernaan ulat lilin bergantung pada bakteri usus yang dapat memecah plastik menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Strategi untuk memanfaatkan ulat lilin termasuk produksi massal dan pengembangan metode laboratorium untuk penguraian plastik.
Limbah plastik polyethylene menjadi masalah besar karena sulit terurai dan mencemari lingkungan. Para peneliti menemukan bahwa larva ngengat lilin, yang selama ini dianggap hama bagi sarang lebah, ternyata dapat mengonsumsi dan menguraikan plastik tersebut secara alami. Ini membuka peluang baru dalam upaya mengatasi krisis pencemaran plastik global.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Brandon University di Kanada menunjukkan bahwa sekitar 2.000 larva dapat mengurai satu kantong plastik polyethylene dalam waktu 24 jam. Proses ini membutuhkan peran penting mikroba di dalam usus larva, terutama bakteri Acinetobacter yang mampu bertahan hidup dan menguraikan plastik sebagai satu-satunya sumber makanan.
Selain memecah plastik, larva juga mengubahnya menjadi lipid yang disimpan dalam tubuhnya, menandakan adanya proses metabolisme khusus. Namun, larva yang hanya diberi makan plastik tidak dapat hidup lama karena kebutuhan gizi lain tidak terpenuhi, sehingga pemberian makanan tambahan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Ke depan, para peneliti mengusulkan dua cara pemanfaatan hasil temuan ini, yaitu membudidayakan massal larva yang diberi makan plastik dengan makanan pendukung, atau mempelajari dan mengembangkan mikroorganisme dan enzim pengurai plastik secara in vitro tanpa perlu menggunakan larva secara langsung. Ini akan membantu penciptaan metode pengelolaan limbah plastik yang efektif dan berkelanjutan.
Selain membantu mengurai plastik, larva yang telah diberi makan plastik dapat digunakan sebagai sumber pakan protein untuk industri akuakultur, sehingga mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi limbah. Dengan langkah ini, pemanfaatan larva ngengat lilin bisa menjadi inovasi ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Analisis Ahli
Bryan Cassone
Kemampuan wax worm menguraikan polyethylene sangat bergantung pada kerja sama antara serangga dan mikroba di dalam tubuhnya; pendekatan bioteknologi ini dapat merevolusi pengelolaan limbah plastik dengan metode yang lebih alami dan berkelanjutan.

