AI summary
Shanghai Fudan Microelectronics berkomitmen untuk tetap independen meskipun dihadapkan pada tantangan geopolitik. Perusahaan telah meningkatkan nilai cadangan strategis dan memperkuat stabilitas rantai pasok. Inovasi teknologi di China dipandang memiliki potensi besar di tingkat global. Shanghai Fudan Microelectronics Group, sebuah perusahaan pembuat chip asal Cina, baru-baru ini dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pemerintah Amerika Serikat. Meskipun demikian, perusahaan ini menyatakan bahwa mereka tetap kuat dan mampu mengatasi tantangan yang ada.Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa mereka selalu beroperasi secara sah dan mematuhi aturan internasional yang berlaku. Mereka juga memastikan akan tetap mandiri dan dapat dikendalikan sendiri dalam mengelola operasional dan proses bisnisnya.Shanghai Fudan Microelectronics berkomitmen untuk terus melakukan kolaborasi terbuka dengan mitra global guna mendorong perkembangan industri semikonduktor secara bersama. Mereka percaya bahwa inovasi teknologi dari Cina akan memiliki peluang besar di panggung dunia.Perusahaan ini juga melaporkan bahwa nilai cadangan strategi bahan baku penting seperti wafer silikon telah meningkat tajam dari 600 juta yuan pada akhir 2020 menjadi 3,1 miliar yuan di paruh pertama tahun berjalan. Ini menandakan kesiapan mereka menghadapi gangguan pasokan.Sejak tahun 2022, mereka telah mendiversifikasi rantai pasok dan memperkuat koordinasi dengan berbagai mitra di dalam dan luar negeri. Langkah ini meningkatkan stabilitas dan ketahanan rantai pasok sehingga operasi bisnis dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Perusahaan ini menunjukkan strategi mitigasi risiko yang kuat dengan memperbesar cadangan bahan baku dan diversifikasi rantai pasok. Langkah ini menunjukkan bahwa Tiongkok serius dalam mengembangkan kemandirian teknologi meskipun menghadapi tekanan politik dan ekonomi global.