Monero Alami Rollback Terbesar, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan
Finansial
Mata Uang Kripto
15 Sep 2025
289 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Monero mengalami rollback signifikan yang mengubah pandangan tentang konfirmasi transaksi.
Kekuatan penambangan terpusat dapat mengancam stabilitas jaringan cryptocurrency.
Insiden ini mendorong diskusi tentang keamanan dan keandalan transaksi dalam blockchain.
Monero, salah satu mata uang kripto populer, baru saja mengalami peristiwa rollback terbesar dalam sejarahnya yang menghapus 18 blok dan membatalkan 118 transaksi yang sudah dikonfirmasi. Peristiwa ini berlangsung antara 14 dan 15 September pada blok ke-3.499.659. Meskipun terjadi gangguan ini, nilai token XMR tetap stabil dan bahkan berhasil naik lebih dari 5% selama hari kejadian.
Penyebab utama rollback ini adalah strategi selfish mining yang dilakukan oleh mining pool Qubic. Mereka menambang secara tersembunyi dan kemudian mempublikasikan rantai blok yang lebih panjang daripada rantai publik utama. Karena Monero memakai aturan proof-of-work yang menganggap rantai paling panjang sebagai valid, maka jaringan otomatis menerima rantai Qubic dan membuang 18 blok sebelumnya.
Akibatnya, hampir 36 menit transaksi yang dianggap sudah final hilang dan tidak sah lagi. Hal ini menghancurkan pandangan lama bahwa 10 konfirmasi sudah cukup untuk melindungi transaksi dari serangan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan Monero dan potensi serangan 51% yang dapat dilakukan oleh pihak yang mengendalikan lebih dari setengah kekuatan hash jaringan.
Beberapa pengguna dan pelaku pasar merespon insiden ini dengan berhati-hati, bahkan ada yang memutuskan berhenti menerima Monero sampai jaringan kembali stabil. Ada juga dorongan agar para penambang bergeser ke pool yang lebih kecil guna mengurangi risiko konsentrasi kekuatan hashing yang berbahaya bagi keamanan blockchain.
Sebagai tindak lanjut, diperkirakan Monero dan bursa terkait akan memperpanjang syarat konfirmasi transaksi dan berupaya memperkuat desentralisasi untuk menghindari serangan serupa di masa depan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan kerentanan protokol blockchain terhadap serangan tertentu dan kebutuhan terus-menerus untuk memperbaiki sistem keamanannya.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Kejadian ini menegaskan betapa pentingnya desentralisasi dalam jaringan blockchain untuk menghindari manipulasi dari pool mining besar yang bisa melakukan serangan 51%. Pengguna dan pengembang harus terus mengadvokasi mekanisme konsensus yang lebih tahan terhadap serangan selfish mining.Elizabeth Stark
Reorganisasi ini menjadi wake-up call bahwa protokol blockchain harus dirancang ulang atau diperbaiki agar mampu menangani serangan seperti ini tanpa kehilangan kepercayaan pengguna dan ekosistemnya.