Transformasi Manajemen dan AI Dorong Lonjakan Saham Opendoor: Haruskah Beli?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
15 Sep 2025
239 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perubahan manajemen di Opendoor dapat membuka peluang baru untuk pertumbuhan.
Transformasi menuju alat berbasis AI diharapkan dapat menyederhanakan proses jual beli rumah.
Investor perlu bersabar dan mengawasi kinerja keuangan Opendoor dalam beberapa kuartal mendatang.
Opendoor Technologies mengalami perubahan manajemen besar dengan menunjuk Kaz Nejatian dari Shopify sebagai CEO dan mengembalikan co-founder Keith Rabois dan Eric Wu ke posisi direksi. Langkah ini disertai investasi Rp 668.00 miliar ($40 juta) dari Khosla Ventures, yang memperkuat modal dan visi perusahaan untuk menjadi platform yang lebih berfokus pada perangkat lunak dan AI bagi pembelian dan penjualan rumah.
Pada kuartal kedua tahun 2025, Opendoor menunjukkan peningkatan kinerja keuangan dengan pendapatan mencapai sekitar Rp 26.72 triliun ($1,6 miliar) dan adjusted EBITDA positif sebesar Rp 384.10 miliar ($23 juta) , menandai kuartal pertama keuntungan sejak 2022. Namun, perusahaan masih mencatat kerugian bersih GAAP sebesar Rp 484.30 miliar ($29 juta) , menandakan adanya ketidakseimbangan antara keuntungan operasional dan biaya lain.
Manajemen memperingatkan bahwa pada kuartal ketiga pendapatan akan turun menjadi sekitar Rp 13.36 triliun ($800 juta) hingga Rp 14.61 triliun ($875 juta) , dengan adjusted EBITDA berpotensi negatif antara Rp 350.70 miliar ($21 juta) hingga Rp 467.60 miliar ($28 juta) . Ini menunjukkan perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas yang konsisten dan harus mengelola inventaris hati-hati di pasar perumahan yang tidak stabil.
Valuasi saham Opendoor kini berada di angka sekitar 1,5 kali penjualan tahunan sebesar Rp 86.84 triliun ($5,2 miliar) , yang merupakan harga premium namun masih bisa dipertanggungjawabkan jika perusahaan berhasil meningkatkan margin dan mempertahankan pertumbuhan pendapatan secara stabil. Namun, risiko tetap tinggi mengingat sensitivitas perusahaan pada kondisi makroekonomi dan volatilitas pasar saham yang meningkat.
Investor dianjurkan untuk berhati-hati dan fokus mengamati perkembangan ke depan seperti stabilisasi margin kontribusi, percepatan perputaran aset, dan return ke adjusted EBITDA positif yang konsisten. Jika indikator-indikator ini terpenuhi, maka valuasi yang sekarang mungkin akan memberikan keuntungan signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.
Analisis Ahli
Daniel Sparks
Skeptis terhadap rally saham Opendoor yang sangat dipengaruhi oleh sentimen retail dan short squeeze; menekankan perlunya bukti kinerja fundamental yang kuat agar valuasi saham berkelanjutan.