Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Instacart Perluas Bisnis Iklan Lewat Kemitraan Strategis Lawan Persaingan Amazon

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (6mo ago) investment-and-capital-markets (6mo ago)
13 Sep 2025
90 dibaca
2 menit
Instacart Perluas Bisnis Iklan Lewat Kemitraan Strategis Lawan Persaingan Amazon

Rangkuman 15 Detik

Kemitraan Instacart dengan Vroom Delivery berpotensi memperluas peluang iklan.
Instacart menghadapi tantangan dari kompetisi yang meningkat, khususnya dari Amazon.
Saham Instacart menunjukkan volatilitas namun mengalami kenaikan sejak IPO.
Instacart mengumumkan kemitraan baru dengan Vroom Delivery untuk mengintegrasikan platform iklan mereka, 'Carrot Ads', ke dalam jaringan 3.500 toko serba ada di seluruh Amerika Serikat. Ini memungkinkan lebih dari 7.500 pengiklan yang sudah menggunakan platform Instacart untuk memperluas kampanye iklan mereka di tingkat ritel yang lebih luas. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan iklan Instacart dengan memperkuat posisi mereka dalam industri periklanan yang terus berkembang, selain bisnis pengantaran bahan makanan online yang sudah menjadi inti perusahaan. Dengan teknologi iklan canggih seperti iklan produk yang disponsori dan display ads, Instacart berupaya memperkuat jejak mereka dalam media retail. Setelah pengumuman kemitraan ini, saham Instacart sempat naik 1,8% pada sesi sore sebelum akhirnya stabil di harga Rp 78.34 juta ($46,91) per saham, meningkat 2,1% dari penutupan sebelumnya. Namun, pergerakan ini dianggap pasar sebagai sinyal positif yang wajar dan tidak mengindikasikan perubahan besar dalam valuasi perusahaan. Meskipun momentum positif ini, analis Wedbush baru-baru ini menurunkan peringkat saham Instacart menjadi 'Underperform' dengan target harga Rp 701.40 ribu ($42) , menyoroti risiko persaingan yang intensif dari Amazon yang terus mengembangkan layanan pengiriman bahan makanan same-day yang lebih bernilai bagi konsumen, terutama bagi pengguna Prime. Sejak IPO pada September 2023, saham Instacart telah naik sekitar 39,2%, dan hingga saat ini sahamnya semakin menanjak sebesar 9% di tahun berjalan, meskipun masih di bawah puncak tertinggi 52 minggu sebesar Rp 88.76 juta ($53,15) yang terjadi pada Februari 2025.

Analisis Ahli

Wedbush
Wedbush mengkhawatirkan persaingan yang semakin ketat dari Amazon yang dapat mengikis pangsa pasar Instacart, terutama karena Amazon menawarkan layanan yang lebih bernilai dengan Prime mereka.