Gugatan Terbaru Perplexity Karena Tuduhan Curangi Konten Britannica dan Merriam-Webster
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Sep 2025
185 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perplexity menghadapi tuntutan hukum serius dari penerbit terkenal tentang pelanggaran hak cipta.
Perusahaan ini terlibat dalam kontroversi terkait dengan cara mereka mengumpulkan dan menggunakan konten.
Dukungan dari investor besar seperti Jeff Bezos menunjukkan potensi Perplexity dalam industri mesin pencari.
Perplexity, sebuah perusahaan yang mengembangkan mesin pencari AI, baru-baru ini menghadapi gugatan dari Encyclopedia Britannica dan Merriam-Webster. Gugatan ini muncul karena tuduhan bahwa Perplexity melakukan pengambilan konten tanpa izin serta menggunakan nama kedua perusahaan untuk menjelaskan konten yang salah atau tidak lengkap. Perplexity dikenal sebagai saingan Google Search dan sedang menjadi sorotan karena praktik yang meragukan terkait sumber konten.
Dalam gugatan tersebut, Britannica dan Merriam-Webster menampilkan contoh definisi kata yang sama persis antara situs mereka dan hasil pencarian Perplexity. Mereka menuduh Perplexity melakukan 'stealth crawling,' yakni mengambil data dari situs yang biasanya diblokir oleh crawler, sehingga dianggap mencuri trafik dan konten mereka. Praktik ini meningkatkan kekhawatiran tentang bagaimana data dan konten dilindungi di era AI.
Perplexity bukan kali ini saja berhadapan dengan masalah hukum. Sebelumnya, mereka juga digugat oleh beberapa media ternama seperti Forbes, The New York Times, dan BBC. Bahkan News Corp, perusahaan induk dari The Wall Street Journal dan The New York Post, menggugat Perplexity pada Oktober 2024. Namun, tidak semua media menolak Perplexity; beberapa seperti Time magazine dan Los Angeles Times justru ikut program berbagi pendapatan iklan dari perusahaan AI ini.
Seiring berjalannya waktu, ada juga contoh positif dari kolaborasi, seperti yang dilakukan oleh World History Encyclopedia. Mereka meluncurkan chatbot yang menggunakan teknologi Perplexity untuk memudahkan pengguna mengakses sumber dan artikel akademik yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun ada kontroversi, teknologi AI juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung penyebaran pengetahuan dengan cara yang lebih interaktif.
Situasi ini memperlihatkan betapa penting dan sekaligus kompleksnya pengaturan penggunaan konten digital di dunia AI. Dengan semakin banyaknya kasus hukum terkait pencurian konten, di masa depan peraturan hukum mungkin harus diperketat demi melindungi hak cipta dan menjaga integritas sumber pengetahuan digital. Perplexity dan perusahaan AI lain perlu mencari cara agar teknologi mereka bisa berkembang tanpa melanggar hak pihak lain.
Analisis Ahli
Lawrence Lessig
Penggunaan konten berhak cipta tanpa izin oleh AI merupakan pelanggaran serius yang mengancam eksistensi sistem kekayaan intelektual jika tidak diatur dengan jelas.Tim O'Reilly
Pengembangan AI harus disertai dengan model bisnis yang transparan dan menghargai kontribusi pemilik konten agar teknologi ini bisa berkelanjutan.

