JUPITER: Superkomputer Eksaskala yang Bawa Eropa Ke Puncak Riset AI dan Sains
Teknologi
Kecerdasan Buatan
12 Sep 2025
217 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
JUPITER adalah superkomputer eksaskala yang mendukung penelitian di Eropa.
Penggunaan energi terbarukan menjadikan JUPITER efisien dan ramah lingkungan.
Superkomputer ini diharapkan akan mempercepat inovasi teknologi dan penelitian di berbagai bidang.
Pada 5 September 2024, Kanselir Jerman Friedrich Merz meresmikan superkomputer eksaskala baru bernama JUPITER di Jülich, Jerman. Mesin ini menjadi pembuktian kemajuan Eropa dalam bidang komputasi berperforma sangat tinggi yang selama ini didominasi Amerika Serikat dan China.
JUPITER mampu melakukan lebih dari satu kuintiliun operasi per detik, menjadikannya superkomputer keempat tercepat di dunia. Keunggulan lain adalah penggunaan 100% energi terbarukan sehingga mesin ini juga sangat efisien energi dan ramah lingkungan.
Pengembangan JUPITER dimulai pada 2018 dan didanai oleh Komisi Eropa serta pemerintah Jerman. Superkomputer ini menggunakan sekitar 24.000 chip NVIDIA yang memungkinkan komputasi canggih untuk berbagai bidang penelitian, seperti kecerdasan buatan, cuaca, astrofisika, dan penelitian biomedis.
JUPITER memberikan peneliti Eropa akses ke teknologi superkomputer kelas dunia tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar negeri. Mesin ini juga membuka peluang bagi pengembangan talenta dan kemampuan operasional di bidang teknologi tinggi di Eropa.
Dengan mesin ini, sejumlah proyek penelitian unggulan di Eropa dapat mendapatkan akselerasi, terutama dalam pengembangan model AI, riset iklim, fisika partikel, dan obat-obatan. Ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan posisi Eropa dalam persaingan inovasi global.
Analisis Ahli
Kirk Cameron
Milestone JUPITER sangat penting untuk Eropa agar bisa ikut serta dalam perlombaan inovasi AI dan membangun kemampuan dalam pengembangan model bahasa besar.
