Kenapa Harga XRP Turun Meski Spot ETF Hampir Pasti Disetujui Oktober Ini
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
182 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
XRP mengalami penurunan harga meskipun ada harapan untuk persetujuan ETF.
Permintaan untuk ETF XRP mungkin tidak cukup untuk mendorong kenaikan harga yang signifikan.
Stabilitas stablecoin mengancam posisi XRP sebagai mata uang jembatan untuk pembayaran lintas batas.
Harga XRP mencapai titik tertinggi dalam satu tahun pada bulan Juli, namun kini harga telah turun hingga lebih dari 25 persen dan sekarang berada di bawah 3 dolar. Ini tentu mengejutkan banyak investor yang mengira harga akan terus naik setelah mencapai puncaknya.
Salah satu alasan mengapa XRP belum bangkit adalah karena para trader mengamati pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar crypto. Jika Bitcoin tidak menunjukkan kenaikan, sulit bagi XRP untuk naik sendiri.
Persetujuan spot XRP ETF oleh SEC sebagian besar dianggap sudah pasti sekitar bulan Oktober, dengan prediksi peluang persetujuan dari Bloomberg dan pasar prediksi online mencapai lebih dari 90 persen. Namun masalahnya bukan soal apakah ETF disetujui, melainkan seberapa besar minat investasi yang masuk setelahnya.
Dana institusional yang masuk ke XRP sejauh ini hanya sekitar 1,25 miliar dolar sampai Agustus 2025, jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan JPMorgan Chase yang mengantisipasi 4 sampai 8 miliar dolar. Karena itu, tidak diharapkan dorongan besar pada harga XRP setelah peluncuran ETF tersebut.
Risiko utama bagi XRP ialah persaingan dari stablecoin yang menawarkan loyalitas nilai lebih stabil dan biaya transfer yang efisien tanpa risiko volatilitas harga. Jika Bitcoin tetap lemah hingga akhir tahun, XRP kemungkinan akan mengikuti tren menurun hingga awal 2026 sebelum ada peluang pemulihan.
Analisis Ahli
Dominic Basulto
XRP tetap memiliki potensi jangka panjang, tetapi risiko penurunan di jangka pendek sangat nyata terutama jika Bitcoin tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan.