Mengapa Shiba Inu Tidak Mungkin Capai Harga Rp 16.70 ribu ($1) di 2026 Meski Ada Harapan
Finansial
Mata Uang Kripto
12 Sep 2025
176 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Shiba Inu mengalami penurunan nilai yang signifikan setelah lonjakan spekulatif.
Kebijakan pro-cryptocurrency dari Donald Trump dapat memberikan dampak positif untuk industri.
Matematika menunjukkan bahwa mencapai harga $1 per token untuk Shiba Inu tidak realistis.
Shiba Inu adalah cryptocurrency meme yang diciptakan pada tahun 2020 untuk bersaing dengan Dogecoin. Harganya melonjak sangat tinggi di tahun 2021, memungkinkan investasi kecil menjadi sangat besar. Namun, setelah itu harga turun tajam dan kini berada jauh di bawah puncaknya.
Beberapa kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Presiden Donald Trump menunjukkan dukungan terhadap industri ini secara umum. Penunjukan Paul Atkins sebagai kepala SEC diharapkan membawa regulasi yang lebih ramah bagi pengembang kripto. Ini bisa membuka peluang baru, tetapi belum cukup untuk menaikkan harga Shiba Inu secara signifikan.
Untuk Shiba Inu mencapai harga Rp 16.70 ribu ($1) per token, secara matematis pasokan token harus dipangkas hingga sangat kecil. Ini berarti sebagian besar token harus dibakar, yang saat ini memerlukan waktu ribuan tahun dengan kecepatan pembakaran saat ini, sehingga target tersebut hampir mustahil.
Hingga kini hanya sekitar 1.073 merchant yang mau menerima Shiba Inu sebagai pembayaran, angka yang sangat kecil dan jaringan Ethereum yang mahal membuatnya kurang ideal sebagai alat pembayaran. Volatilitas yang ekstrem juga menjadi hambatan besar untuk adopsi sebagai mata uang.
Karena besar pasokan dan volatilitas tinggi, serta kurangnya penggunaan nyata, Shiba Inu belum membuktikan dirinya sebagai aset yang bisa menyimpan nilai. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan aset alternatif yang punya fundamental dan potensi lebih jelas.
Analisis Ahli
Anthony Di Pizio
Shiba Inu tidak memiliki fundamental sebagai store of value dan pasar ingin token yang memberikan nilai lebih, bukan hanya hype. Pembakaran token saat ini terlalu lambat untuk mempengaruhi harga signifikan dalam waktu dekat.