Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Larangan Media Sosial di Nepal Dorong Ledakan Aplikasi Chat Terdesentralisasi Bitchat

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (6mo ago) cyber-security (6mo ago)
11 Sep 2025
5 dibaca
2 menit
Larangan Media Sosial di Nepal Dorong Ledakan Aplikasi Chat Terdesentralisasi Bitchat

Rangkuman 15 Detik

Larangan media sosial di Nepal justru meningkatkan protes di kalangan pemuda.
Aplikasi desentralisasi dapat memberikan alternatif komunikasi yang aman dalam situasi repressif.
Kejadian di Nepal dan Indonesia menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk mendorong perubahan sosial.
Pemerintah Nepal memblokir akses ke 26 platform media sosial utama seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram untuk menekan protes massa yang meningkat akibat dugaan korupsi dalam pemerintahan. Langkah ini justru memicu lonjakan besar dalam penggunaan aplikasi Bitchat, sebuah aplikasi pesan terdesentralisasi yang tidak memerlukan internet atau akun pengguna. Bitchat, yang dikembangkan oleh Jack Dorsey, co-founder Twitter, menjadi alat komunikasi utama bagi ribuan pemuda Nepal untuk mengorganisasi aksi protes mereka terhadap pemerintah. Pengunduhan aplikasi ini melonjak dari sekitar 3.300 menjadi hampir 49.000 hanya dalam beberapa hari, menjadikan Nepal pasar terbesar untuk aplikasi ini di dunia. Fenomena penggunaan Bitchat juga terjadi di Indonesia dengan latar belakang protes nasional menentang kebijakan perluasan tunjangan anggota legislatif dan tindakan keras polisi yang menewaskan seorang pengemudi ojek online muda. Para pengunjuk rasa menggunakan aplikasi ini untuk menghindari pengawasan dan sensor pemerintah selama demonstrasi berlangsung. Kebijakan sensor dan penutupan akses internet oleh pemerintah dipandang sebagai upaya pengendalian otoriter yang justru memperburuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap kekuasaan. Aplikasi terdesentralisasi tersebut memicu harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan kebebasan berkomunikasi dan menyuarakan pendapat tanpa takut dibatasi. Para ahli mengatakan bahwa aplikasi pesan yang bebas sensor ini akan semakin banyak digunakan sebagai alat perjuangan sosial di masa depan, khususnya di negara-negara dengan rezim otoriter. Namun, penggunaan teknologi ini juga menjadi tantangan dalam hal keamanan dan penggunaan yang etis agar teknologi tersebut benar-benar membawa perubahan positif.

Analisis Ahli

Christian Ruz
Aplikasi pesan yang bebas sensor dan terdesentralisasi akan mengalami lonjakan adopsi karena masyarakat ingin menghindari kontrol ketat pemerintah yang semakin berkuasa dan membatasi kebebasan digital.