AI summary
Penjualan cincin pintar Oura meningkat pesat, menunjukkan minat konsumen yang tinggi terhadap teknologi kesehatan. Google mendapat kritik keras dari penerbit atas kebijakannya terkait penggunaan konten untuk pelatihan AI. Perekrutan di dunia kerja mulai beralih fokus dari keterampilan teknis ke keterampilan sosial. Fortune Brainstorm Tech baru saja mengakhiri konferensinya dengan berbagai pengumuman penting mengenai dunia teknologi. Tom Hale, CEO Oura, mengungkapkan bahwa meskipun penjualan wearable secara umum menurun, smart ring Oura sangat diminati karena fitur pelatih kesehatan berbasis AI yang memberikan saran kesehatan yang personal.Neil Vogel, CEO dari People Inc., mengkritik Google karena enggan memberikan kompensasi kepada penerbit konten untuk pelatihan AI, sementara OpenAI disebut bertindak lebih adil. Hal ini menunjukkan perbedaan sikap perusahaan teknologi dalam mengelola konten untuk AI.Hayden Brown dari Upwork menyampaikan bahwa ada perubahan dalam kualifikasi pekerjaan yang dicari oleh pemberi kerja. Soft skill kini semakin penting karena AI mengotomatiskan beberapa pekerjaan teknis, sehingga orang yang memiliki kemampuan komunikasi dan kerja sama lebih diutamakan.Larry Ellison, pendiri Oracle, menjadi orang terkaya di dunia setelah saham Oracle melonjak berkat kesepakatan besar senilai 300 miliar dolar dengan OpenAI untuk menyediakan kapasitas data center. Kerjasama ini didukung oleh stok GPU Nvidia kelas atas yang dimiliki Oracle.Sam Altman, CEO OpenAI, tampil di podcast Tucker Carlson untuk menghadapi ketidakpercayaan dari sayap konservatif terkait AI dan Silicon Valley, yang dianggap bermasalah oleh kelompok MAGA. Meskipun komunikasi terasa canggung, ini menunjukkan pentingnya dialog politik dalam dunia teknologi yang berkembang cepat.
Kesepakatan senilai 300 miliar dolar antara Oracle dan OpenAI menunjukkan bahwa infrastruktur cloud yang kuat akan menjadi nadi utama dalam pengembangan AI generasi berikutnya. Namun, sikap Google yang keras soal lisensi konten bisa memicu ketegangan lebih lanjut antara raksasa teknologi dan para penerbit konten, memperlihatkan bahwa aspek regulasi dan etika akan menjadi tantangan besar ke depan.