Membedah Klaim Lensa iPhone 17 Pro: Apple Tawarkan Banyak Lensa atau Hanya Software?
Teknologi
Gadgets dan Wearable
11 Sep 2025
6 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kamera iPhone 17 Pro menawarkan fleksibilitas dengan berbagai opsi focal length yang dihitung sebagai lensa tambahan.
iPhone Air menggunakan teknologi fotografi komputasional untuk menciptakan efek lensa yang beragam meskipun hanya memiliki satu kamera.
Pemasaran oleh Apple sering menggunakan istilah yang bisa membingungkan, seperti 'zoom optik,' yang tidak selalu sesuai dengan definisi teknis yang umum.
Apple baru-baru ini memperkenalkan iPhone 17 Pro dan iPhone Air dengan klaim kamera yang cukup membingungkan, yakni bahwa iPhone 17 Pro dengan tiga kameranya setara memiliki delapan lensa profesional, sedangkan iPhone Air dengan satu kamera bisa menyamai empat lensa. Namun apa arti sebenarnya dari klaim ini?
iPhone Air hanya punya satu kamera utama 48MP dengan lensa berfocal length setara 26mm. Apple menggunakan teknologi pemrosesan gambar untuk memotong dan menggabungkan bagian sensor sehingga menghasilkan foto yang menyerupai hasil dari beberapa focal length berbeda seperti 28mm, 35mm, dan 52mm meskipun hanya satu lensa fisik yang dipakai.
Sedangkan iPhone 17 Pro menggunakan tiga kamera: kamera utama, kamera ultrawide 48MP, dan telefoto 4x. Kombinasi teknologi ini memungkinkan mereka menghasilkan foto dengan focal length yang berbeda-beda, dan Apple menambahkan makro sebagai versi lensa tersendiri. Jadi walaupun hanya tiga lensa fisik yang ada, hasil fotonya bisa seperti mempunyai delapan lensa berbeda.
Namun istilah "optical zoom options" yang dipakai Apple agak menyesatkan karena istilah optical zoom biasanya berarti perubahan focal length secara mekanis, sementara iPhone mengandalkan cropping digital dan computational photography yang secara teknis bukan zoom optik asli. Penggunaan istilah ini dapat memicu kebingungan bagi konsumen yang mengharapkan zoom optik tradisional.
Kesimpulannya, klaim Apple soal jumlah lensa sebenarnya lebih ke trik marketing untuk menonjolkan keunggulan software dan sensor besar mereka daripada jumlah lensa fisik. Perangkat ini unggul dalam computational photography tetapi tidak berarti punya begitu banyak lensa fisik optik seperti yang diklaim.
Analisis Ahli
Allison Johnson
Teknologi computational photography memang mengesankan, tapi tidak bisa menggantikan kualitas optik zoom sesungguhnya. Kamera smartphone masih kalah dibandingkan kamera profesional dengan zoom optik nyata, sehingga klaim Apple terlalu dilebih-lebihkan.
