Siswa Inggris Diduga Jadi Pelaku Utama Pelanggaran Data di Sekolah
Teknologi
Keamanan Siber
11 Sep 2025
162 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Anak-anak di Inggris berkontribusi signifikan terhadap pelanggaran data di sekolah.
Praktik perlindungan data yang lemah menjadi faktor utama dalam kejadian peretasan.
ICO merekomendasikan peningkatan pelatihan dan prosedur keamanan untuk institusi pendidikan.
Pelaporan dari Information Commissioner’s Office (ICO) mengungkap bahwa lebih dari setengah pelanggaran data pribadi di sekolah-sekolah Inggris dilakukan oleh siswa. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana siswa memanfaatkan kelemahan keamanan siber di lingkungan pendidikan.
Sebagian besar pelanggaran terjadi karena siswa bisa menebak kata sandi yang umum digunakan atau menemukan rincian login tertulis. Hanya sebagian kecil kasus yang menunjukkan teknik hacking yang rumit dan terorganisir.
ICO mencontohkan sebuah insiden di mana tiga siswa kelas 11 sukses membobol sistem informasi siswa menggunakan alat peretas dan melewati protokol keamanan, dengan dua di antaranya bahkan mengaku terlibat dalam forum peretas.
Selain faktor motivasi seperti tantangan, uang, dan balas dendam, kelemahan pengelolaan perangkat dan akses oleh guru dan staf juga memperbesar celah keamanan, misalnya dengan menggunakan perangkat pribadi untuk pekerjaan sekolah.
ICO menyerukan agar sekolah terus memperbarui pelatihan GDPR, meningkatkan praktik perlindungan data, dan melaporkan pelanggaran secara tepat waktu untuk mengatasi masalah ini dan mencegah risiko lebih besar di masa mendatang.
Analisis Ahli
Heather Toomey
Perlu ada perhatian khusus terhadap motivasi siswa yang melakukan hacking, seperti tantangan dan pencarian pengakuan sosial, yang harus dilibatkan dalam program edukasi dan pencegahan siber.

