AI summary
Kiln mengutamakan keamanan klien dengan mengeluarkan validator Ethereum sebagai tindakan pencegahan. Insiden SwissBorg menunjukkan pentingnya perlindungan dalam layanan staking. Proses keluar validator akan memakan waktu, dan klien harus bersiap untuk penundaan dalam penarikan. Kiln, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa staking untuk institusi, mengumumkan mereka mulai melakukan proses exit validator Ethereum secara teratur untuk melindungi kliennya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap insiden peretasan besar yang menimpa SwissBorg, di mana dompet SOL Earn mereka diretas hingga menyebabkan kerugian 41,5 juta dolar.Dalam pengumuman resmi, Kiln menjelaskan bahwa proses exit ini dilakukan secara sistematis sesuai dengan aturan protokol Ethereum. Proses ini dapat memakan waktu antara 10 sampai 42 hari per validator, dan setelah itu penarikan dana bisa memakan waktu hingga sembilan hari. Selama menunggu, validator masih dapat menghasilkan reward, tapi tidak setelah keluar sepenuhnya.Kiln juga menegaskan bahwa tidak ada indikasi kerugian dana klien yang terjadi pada platform mereka. Karena menggunakan model non-kustodial, aset para klien tetap berada di bawah kendali mereka sendiri sepanjang proses exit, yang membuat risiko kehilangan dana saat perpindahan sangat minimal.Sementara proses exit sedang berlangsung, Kiln menonaktifkan akses ke beberapa layanan mereka untuk memperkuat infrastruktur keamanan. CEO Kiln, Laszlo Szabo, mengatakan bahwa tindakan ini diambil segera setelah adanya potensi kompromi demi memberikan perlindungan maksimal kepada para staker mereka.Keputusan ini mencerminkan perubahan prioritas dalam industri staking, yang kini mengedepankan keamanan dan perlindungan klien daripada menjaga layanan tanpa gangguan, serta menandakan bahwa penyedia staking lain mungkin juga akan mengambil langkah serupa di masa depan untuk menghindari risiko serangan siber.
Keputusan Kiln menunjukkan tingkat kesadaran keamanan yang semakin meningkat dalam industri staking, yang memang sangat rentan terhadap serangan karena besarnya jumlah aset digital yang dikelola. Meskipun proses exit dapat membuat likuiditas klien tertunda, langkah ini perlu untuk menghindari risiko yang lebih besar yang dapat mengakibatkan kehilangan dana secara signifikan.