Persaingan Ketat di Pasar Iklan Digital Bikin Saham Roku Turun Tipis
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Sep 2025
98 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Roku menghadapi tekanan kompetitif yang meningkat di pasar iklan digital.
Integrasi dengan YouTube TV merupakan langkah strategis untuk menarik pemirsa olahraga.
Saham Roku menunjukkan volatilitas yang tinggi, memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan pembelian.
Saham Roku turun 2,3% setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat pesaingnya, The Trade Desk, akibat kekhawatiran pertumbuhan di pasar iklan digital. Salah satu penyebab utama adalah ekspansi cepat platform iklan Amazon yang kini bermitra dengan Roku, memperbesar kompetisi di sektor iklan TV terkoneksi (CTV).
Walaupun kemitraan dengan Amazon bisa membawa keuntungan, pasar lebih fokus pada implikasi persaingan yang semakin ketat, sehingga menjadi tantangan bagi pertumbuhan Roku dan sektor iklan CTV secara umum. Sentimen investor pun menjadi lebih hati-hati terhadap saham Roku.
Beberapa hari sebelumnya, Roku mengumumkan integrasi YouTube TV pada fitur olahraga mereka, upaya strategis untuk memperkuat konten olahraga langsung yang sangat diminati, seperti NFL Sunday Ticket. Hal ini diharapkan bisa menarik audiens bernilai tinggi dan pendapatan iklan yang lebih bagus.
Kategori olahraga sudah memberikan kontribusi signifikan dalam laporan keuangan Roku kuartal kedua, dengan pendapatan platform tumbuh 18% dibanding tahun sebelumnya. Namun, beberapa analis dari Piper Sandler dan Jefferies masih memberi rating Netral dan Hold karena ketidakpastian persaingan pasar.
Saham Roku sudah naik 26,6% tahun ini dan mendekati nilai tertinggi setahun di angka 99,39 dolar per saham. Namun, dalam lima tahun terakhir, investasi di Roku belum membuahkan hasil positif, sehingga investor harus teliti memantau volatilitas saham ini di tengah persaingan yang semakin sengit.
Analisis Ahli
Piper Sandler
Mengambil posisi Netral karena melihat risiko kompetitif yang cukup besar di pasar iklan digital, tetapi mengakui potensi pertumbuhan melalui ekspansi konten olahraga.Jefferies
Memberikan rating Hold karena valuasi saham mulai mendekati puncak dan adanya ketidakpastian terkait dampak persaingan dari Amazon.