Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Canon Rilis Ulang PowerShot Elph 360 HS A dengan Harga Naik dan Fitur Dipangkas

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (7mo ago) gadgets-and-wearable (7mo ago)
09 Sep 2025
278 dibaca
2 menit
Canon Rilis Ulang PowerShot Elph 360 HS A dengan Harga Naik dan Fitur Dipangkas

Rangkuman 15 Detik

Canon merilis kembali PowerShot Elph 360 HS A dengan harga yang lebih tinggi meski mengurangi beberapa fitur.
Tren kamera point-and-shoot mendapatkan perhatian dari generasi muda, dipicu oleh penggunaan selebriti.
Perubahan format penyimpanan dari SD ke microSD menjadi salah satu perbedaan utama dalam model baru.
Canon mengumumkan peluncuran ulang kamera PowerShot Elph 360 HS dalam versi baru yang disebut PowerShot Elph 360 HS A. Kamera ini pada dasarnya menggunakan teknologi dan desain yang sama dari versi asli yang diluncurkan pada tahun 2016, tetapi dipasarkan kembali pada tahun 2025 untuk memanfaatkan tren media sosial yang populernya kamera digital point-and-shoot di kalangan muda. Kamera baru ini masih mempertahankan sensor CMOS 20,2 megapiksel, prosesor Digic IV Plus, zoom optik 12x, serta kemampuan merekam video 1080p. Namun, ada beberapa pengurangan fitur seperti penggantian kartu penyimpanan dari SD card standar menjadi microSD dan penghilangan dukungan Wi-Fi serta port USB Mini alih-alih upgrade ke USB-C. Perubahan harga cukup signifikan, dari asalnya sekitar Rp 3.51 triliun ($210 m) enjadi Rp 6.33 juta ($379) untuk model baru ini. Meski harga naik, Canon tetap mempertahankan beberapa fitur lama tanpa peningkatan berarti. Model lama yang susah dicari dengan harga tinggi juga mendorong tingginya permintaan dan popularitas kamera ini. Popularitas besar kamera ini saat ini didorong oleh tren viral di platform TikTok dan faktanya beberapa selebritas terkenal seperti Kendall Jenner dan Dua Lipa menggunakan kamera PowerShot Elph 360 HS saat memotret. Hal ini membuat kamera bahkan jadi semacam simbol gaya dan eksklusivitas bagi generasi muda penggemar foto digital. Namun, ada kekhawatiran jika Canon memproduksi kamera ini secara masif hingga mudah didapat dengan harga MSRP resmi, daya tariknya sebagai kamera langka dan viral bisa hilang. Masa depan tren kamera point-and-shoot ini mungkin bergantung pada seberapa baik Canon memanfaatkan momen viral tanpa menghilangkan eksklusivitas yang membuatnya dicari.