TLDR
Proposal Nasdaq dapat membuka jalan bagi penggunaan sekuritas tokenisasi di pasar AS. XRP memiliki potensi untuk mendapatkan manfaat dari penerimaan institusional terhadap blockchain. Data transaksi besar di XRP menunjukkan adanya likuiditas yang signifikan dalam jaringan. Nasdaq mengajukan sebuah proposal penting kepada Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat yang memungkinkan perdagangan saham dan produk yang diperdagangkan di bursa dalam bentuk digital atau tokenized. Jika disetujui, ini akan menjadi kali pertama saham tokenized diakui secara resmi oleh bursa besar di AS, membuka jalan bagi integrasi teknologi blockchain dalam sistem perdagangan nasional.Setelah pengumuman ini, nilai XRP melonjak hampir 4% mencapai 2,97 USD dengan kapitalisasi pasar melampaui 177 miliar USD. Banyak pelaku pasar dan komunitas kripto melihat ini sebagai sinyal bahwa adopsi institusional terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi akan semakin besar, terutama karena peran XRP dalam penyelesaian transaksi keuangan antar institusi.Para penggemar dan influencer kripto segera menghubungkan langkah Nasdaq dengan XRP. Ripple, perusahaan di balik XRP, sudah memiliki teknologi yang mampu mendukung tokenisasi aset dunia nyata. Analis percaya bahwa gerakan tokenisasi yang dirintis oleh Nasdaq sangat sesuai dengan visi dan penggunaan XRP dalam ekosistem blockchain.Data on-chain juga menguatkan sentimen positif, dengan tercatat transaksi besar-besaran sebesar 64,46 miliar XRP, senilai 32 miliar USD, yang mengalir di antara dompet Binance pada tanggal 7 September. Ini menandakan likuiditas jaringan XRP yang tinggi dan kemungkinan persiapan institusional untuk volume perdagangan yang lebih besar.Beberapa analis teknikal bahkan memprediksi harga XRP berpotensi mencapai kisaran yang sangat tinggi, dengan proyeksi optimis sampai 250 USD. Secara keseluruhan, berita ini dianggap sebagai langkah besar dalam menjembatani keuangan tradisional dan blockchain melalui tokenisasi likuid dan transparan di pasar utama.