Teknologi Cina Tangguh di Tengah Tarif dan Dominasi AI Global di 2025
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
08 Sep 2025
181 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Sektor teknologi China menunjukkan ketahanan meskipun ada tarif tinggi dan ketegangan perdagangan.
Perusahaan-perusahaan seperti BYD dan PDD Holdings memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di pasar global.
Kemajuan dalam AI dan semikonduktor menunjukkan kapasitas inovasi China meskipun ada kendala akses teknologi.
Pada tahun 2025, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina meningkat tajam dengan diberlakukannya tarif hingga 145%. Meskipun demikian, saham teknologi Cina seperti PDD Holdings, Tencent, Bilibili, dan Taiwan Semiconductor menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dan terus tumbuh berkat kemajuan besar di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan kendaraan listrik yang dikembangkan di dalam negeri.
Perusahaan DeepSeek dari Cina meraih tonggak sejarah dengan mengembangkan model AI R1 yang memiliki performa sebanding dengan model terkemuka seperti OpenAI namun dengan biaya pelatihan yang jauh lebih rendah yakni sekitar 5,6 juta dolar AS. Pendekatan terbuka ini menunjukkan kapasitas inovasi Cina walaupun akses ke chip semikonduktor canggih dari AS sangat terbatas.
Di bidang semikonduktor, SMIC berhasil memproduksi chip 7nm menggunakan teknologi litografi ultraviolet dalam tanpa mesin EUV yang dilarang, serta mendekati proses produksi 5nm bersama Huawei, memperkecil kesenjangan teknologi dengan pemimpin global. Tingkat utilisasi pabrik semikonduktor di Cina juga sangat tinggi yaitu mencapai 87% selama tahun ini.
Sementara itu, sektor kendaraan listrik dipimpin oleh BYD yang menguasai 28,5% pangsa pasar kendaraan energi baru di Cina pada Mei 2025. Produk yang harga kompetitif seperti Song Plus seharga 21.000 dolar AS dibandingkan Tesla yang rata-rata 33.500 dolar AS membuat BYD unggul dalam persaingan domestik dan global, serta memperluas pabrik di berbagai negara untuk menghindari tarif.
Perkembangan lain termasuk kemajuan robotika dengan pencapaian dari robot humanoid serta peningkatan pemasangan robot manufaktur. Selain itu, program luar angkasa Cina sukses dengan misi Chang'e-6 untuk mengambil sampel bulan dan pertumbuhan industri luar angkasa komersial yang diproyeksikan mencapai nilai 344 miliar dolar AS di tahun ini, menandai momentum pertumbuhan saat ini.
Analisis Ahli
Kai Fu Lee
Cina menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengembangkan AI sendiri dengan efisiensi biaya yang sangat tinggi, yang menjadi kunci dominasi di era teknologi berikutnya.Lisa Su
Kemandirian produksi chip generasi terbaru di Cina merupakan langkah strategis yang dapat mengubah peta persaingan global di industri semikonduktor.