Stripe Tempo dan Bahaya Blockchain Terpusat dalam Revolusi Pembayaran Global
Finansial
Mata Uang Kripto
08 Sep 2025
265 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Inisiatif blockchain oleh Stripe dan Google menunjukkan ketertarikan perusahaan besar dalam ruang digital assets.
Kritik terhadap desain terpusat dari blockchain seperti Tempo menunjukkan tantangan regulasi yang mungkin dihadapi di masa depan.
Pengalaman Meta dengan proyek Libra memberikan pelajaran penting tentang risiko centralisasi dalam sistem keuangan yang baru.
Stripe, perusahaan fintech besar dari Amerika Serikat, mengumumkan rencana peluncuran blockchain baru bernama Tempo yang bertujuan untuk mempermudah pembayaran global dan penggunaan stablecoin dalam skala besar. Mereka bekerja sama dengan berbagai perusahaan ternama sebagai mitra desain untuk mengembangkan teknologi ini.
Christian Catalini, salah satu pencipta proyek Libra yang gagal dari Meta, mengkritik Tempo dan memperingatkan bahwa jaringan blockchain yang terpusat seperti Tempo memiliki kelemahan struktural yang sama dengan Libra. Menurutnya, blockchain corproate seperti Tempo berpotensi menimbulkan monopoli baru di industri keuangan digital.
Meta sebelumnya mencoba meluncurkan stablecoin global bernama Libra yang kemudian berganti nama menjadi Diem. Meski didukung oleh banyak perusahaan besar, proyek ini gagal karena tekanan dari regulator keuangan di seluruh dunia yang tidak ingin kekuasaan moneter dikuasai oleh perusahaan teknologi besar.
Google juga mengumumkan rencana meluncurkan blockchain terpusat bernama GCUL untuk mendukung produk pembayaran dan pasar keuangan. Inisiatif ini muncul di saat legislatif AS telah memberlakukan regulasi stablecoin yang mendorong keterlibatan institusi besar dalam aset digital.
Namun, Catalini percaya hanya blockchain yang terbuka dan tanpa izin (permissionless) yang bisa bertahan lama dan membawa inovasi sejati, bukan jaringan yang dikontrol oleh satu perusahaan. Jika tidak, yang terjadi hanyalah pergantian satu monopoli lama dengan monopoli baru di tangan perusahaan fintech besar.
Analisis Ahli
Christian Catalini
Open, permissionless networks are the only way forward. Anything else is doomed to fail.