Raytheon Terima Kontrak Rp3 Triliun untuk Upgrade Sistem Senjata Pertahanan Kapal AS
Teknologi
Keamanan Siber
08 Sep 2025
66 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Raytheon mendapatkan kontrak besar untuk memperbarui sistem senjata Phalanx.
Sistem MK 15 Phalanx adalah pertahanan terakhir yang krusial bagi kapal perang AS.
Phalanx terus diperbarui untuk menghadapi ancaman baru di medan perang laut.
Raytheon telah menerima kontrak senilai 205 juta dolar AS dari Pentagon untuk melanjutkan pembaruan dan pemeliharaan sistem senjata MK 15 Phalanx Close-In Weapon System (CIWS) milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Kontrak ini bertujuan untuk memastikan sistem ini tetap efektif dalam melindungi kapal perang dari ancaman seperti rudal, pesawat, dan serangan maritim tidak konvensional hingga tahun 2029.
Phalanx CIWS dikenal sebagai 'sea-whiz' di angkatan laut dan merupakan sistem senjata otomatis dengan meriam Gatling kaliber 20mm yang mampu mendeteksi, melacak, dan menyerang ancaman secara mandiri tanpa bantuan dari luar. Sistem ini pertama kali dipasang di kapal USS Coral Sea pada tahun 1980 dan terus mengalami banyak peningkatan teknologi sejak saat itu.
Salah satu peningkatan signifikan pada varian terbaru Block 1B adalah penambahan sensor elektro-optik yang meningkatkan kemampuan identifikasi dan pelacakan target terutama dalam lingkungan perairan pesisir yang penuh gangguan. Sistem ini mampu menembakkan hingga 4.500 peluru per menit melawan rudal dan pesawat serta 3.000 peluru per menit untuk ancaman yang lebih kecil seperti drone atau perahu cepat.
Keandalan Phalanx sebagai garis pertahanan terakhir telah diuji dalam berbagai kondisi tempur selama lebih dari 40 tahun. Sistem ini tidak hanya melindungi kapal individu tetapi juga berintegrasi dengan sistem komando kapal untuk meningkatkan kesadaran situasional dan pertahanan berlapis dalam armada perang.
Meskipun teknologi baru seperti senjata berbasis energi tengah dikembangkan, Angkatan Laut AS berkomitmen untuk terus menggunakan dan memperbaharui Phalanx dalam dekade berikutnya karena belum ada sistem lain yang memiliki kapabilitas otomatisasi dan kematangan teknologi sebanding yang telah terbukti di medan operasi.
Analisis Ahli
Dr. James Smith (Ahli Pertahanan Laut)
Phalanx CIWS adalah contoh bagaimana sistem pertahanan berskala kecil dan cepat dapat mengoptimalkan perlindungan kapal perang dalam skenario tempur modern, khususnya menghadapi ancaman rudal jelajah yang semakin canggih.

