AI summary
Sistem peluncuran robot dapat menggantikan injeksi obat berbasis jarum. Metode ini menggunakan kavitasi untuk meluncurkan material dengan efisiensi tinggi. Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengiriman obat dan eksplorasi ruang yang sulit dijangkau. Para ilmuwan dari Cina dan Amerika Serikat bersama-sama mengembangkan sistem peluncuran robot yang menggunakan energi dari gelembung yang runtuh. Teknologi ini berpotensi menggantikan jarum suntik dalam penyampaian obat, dengan cara yang lebih aman dan nyaman bagi pasien.Sistem bekerja dengan memanaskan material yang menyerap cahaya menggunakan laser, sehingga air di sekitarnya mendidih dan membentuk gelembung uap. Ketika gelembung tumbuh dan runtuh secara tiba-tiba, energi yang dilepaskan bisa meluncurkan benda kecil hingga 1,5 meter ke udara.Kontrol cahaya memungkinkan pengaturan bagaimana dan dimana jumpers kecil diluncurkan dari permukaan yang basah. Bahkan, ilmuwan mampu membuat benda kecil itu berenang di dalam air dengan metode ini.Fenomena yang digunakan dalam teknologi ini disebut kavitasi, yang merupakan proses pembentukan dan keruntuhan gelembung uap di cairan pada tekanan rendah atau temperatur tinggi. Ini menghasilkan energi besar yang efektif untuk meluncurkan benda kecil secara cepat dan kuat.Penelitian ini diterbitkan pada tanggal 28 Agustus di jurnal ilmiah Science, dan membuka peluang baru untuk bidang pengiriman obat tanpa jarum serta robot eksplorasi di tempat yang sulit dijangkau.
Pendekatan menggunakan kavitasi sebagai mekanisme peluncuran sangat inovatif dan menunjukkan potensi besar dalam aplikasi medis dan robotika. Namun, tantangan utama yang perlu diperhatikan adalah pengendalian presisi serta keamanan penggunaan teknologi ini dalam konteks biologis seperti menembus kulit manusia tanpa menimbulkan kerusakan.