AI summary
Alphabet menghadapi tantangan dari DOJ tetapi mendapatkan keputusan yang menguntungkan. Inovasi AI di Google Search diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan pengalaman pengguna. Saham Alphabet menunjukkan kinerja yang baik di pasar, melebihi banyak pesaingnya. Saham Alphabet (GOOGL) melonjak sekitar 10% dalam dua hari terakhir setelah pengadilan federal AS menolak usulan keras dari Departemen Kehakiman terkait pemisahan bisnis Chrome dan Android. Namun, Alphabet harus membatasi kontrak eksklusif dan berbagi data tertentu dengan pesaingnya.Google tetap menjadi raja di bisnis pencarian dengan pangsa pasar sekitar 90%, jauh mengungguli pesaing seperti Microsoft Bing. Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pencarian, Google berhasil meningkatkan pengalaman pengguna dan pendapatan iklan yang tumbuh 11,7% pada kuartal kedua 2025.Meskipun ada batasan distribusi, kerjasama Alphabet dengan Apple tidak terpengaruh, dengan Google tetap menjadi mesin pencari default di Safari yang menghasilkan pendapatan lebih dari 26 miliar dolar kepada Apple. Saham Alphabet juga lebih unggul dibandingkan pesaing seperti Apple, Microsoft, dan Amazon sepanjang tahun ini.Inovasi di bidang pencarian visual dan kontekstual, seperti fitur Circle to Search dan AI Overviews, semakin memperluas penggunaan oleh miliaran pengguna di seluruh dunia. Pengembangan AI Mode di lebih dari 180 negara memperkuat pertumbuhan dan keterlibatan pengguna.Namun, ada kekhawatiran terkait kapasitas dan persaingan di layanan cloud, serta valuasi saham yang dianggap mahal menurut metrik tertentu. Oleh karena itu, Zacks merekomendasikan investor menunggu momen tepat untuk membeli saham Alphabet.
Putusan pengadilan ini menunjukkan upaya keseimbangan antara regulasi dan inovasi teknologi, memberi kesempatan bagi Alphabet untuk terus berkembang tanpa harus melepas bisnis inti mereka. Namun, investor harus hati-hati menghadapi valuasi yang sudah tinggi dan tantangan persaingan yang meningkat, khususnya dari Microsoft dan Amazon di cloud.