Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Yayasan Spanyol Gunakan AI Untuk Percepat Seleksi Proposal Hibah Penelitian

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
NatureMagazine NatureMagazine
05 Sep 2025
142 dibaca
2 menit
Yayasan Spanyol Gunakan AI Untuk Percepat Seleksi Proposal Hibah Penelitian

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan AI dalam penilaian proposal hibah dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban kerja peninjau.
Ada risiko kehilangan kepercayaan antara peneliti dan lembaga pendanaan jika AI menjadi bagian integral dari proses evaluasi.
Pengalaman La Caixa Foundation menunjukkan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam proses penilaian, tetap penting untuk melibatkan peninjau manusia.
Mengajukan proposal hibah penelitian memakan waktu berminggu-minggu, dan proses pemeriksaannya pun dapat sangat panjang serta membebani para peninjau. Sebuah yayasan pendanaan di Barcelona, Spanyol, bernama La Caixa Foundation, mulai menguji coba penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memilih proposal yang paling berpotensi berhasil. AI yang digunakan terdiri dari tiga algoritma yang dilatih dengan data proposal yang sudah berhasil di tahun-tahun sebelumnya. Dalam proses ini, AI menyaring aplikasi yang dianggap memiliki peluang rendah dan mengusulkan penolakan awal. Namun, keputusan akhir tetap diperiksa oleh dua peninjau manusia sehingga ada proses verifikasi sebelum penolakan resmi. Dalam proses penilaian tahun ini, dari 714 proposal yang masuk, AI menandai 122 aplikasi sebagai berpeluang rendah. Peninjau manusia kemudian mengembalikan 46 aplikasi yang sempat ditolak oleh AI. Akhirnya, 76 aplikasi ditolak, serta 638 proposal yang tersisa dikirim ke peninjau spesialis untuk penilaian lebih lanjut. Penggunaan AI ini membantu mengurangi beban bagi para peninjau, yang seringkali harus menilai proposal yang berkualitas rendah atau belum matang. Namun, beberapa yayasan penelitian lain seperti Villum Fonden mengungkapkan kekhawatiran tentang hilangnya kepercayaan jika AI terlalu dominan dalam proses penilaian, dan risiko munculnya bias atau kurangnya inovasi. Sejauh ini, eksperimen dengan AI dalam penilaian hibah masih berlangsung dan banyak yayasan lain yang mulai tertarik untuk mengeksplorasi teknologi ini. Namun, mereka juga menyadari pentingnya menetapkan pedoman dan regulasi legal untuk menjamin keamanan data dan keadilan dalam proses seleksi.

Analisis Ahli

Anders Smith
Kekhawatiran utama adalah potensi rusaknya kepercayaan antara peneliti dan pemberi dana jika AI terlalu dominan, sehingga dapat menghambat kemunculan ide-ide baru yang inovatif.
Sebastian Porsdam Mann
AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dalam proses peer-review hibah yang bahkan lebih signifikan dibandingkan dengan penerapan di penerbitan ilmiah.
Hanna Denecke
Eksperimen dengan AI masih dalam tahap awal dan perlu pengaturan regulasi serta kerangka hukum yang jelas agar penggunaan teknologi ini aman dan adil.