Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Memilih CRO yang Tepat untuk Menghindari Biaya dan Keterlambatan Studi Klinis

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
05 Sep 2025
45 dibaca
2 menit
Memilih CRO yang Tepat untuk Menghindari Biaya dan Keterlambatan Studi Klinis

Rangkuman 15 Detik

Pentingnya memilih CRO berdasarkan kecocokan strategis, bukan hanya merek.
Biaya tersembunyi dapat muncul dari keputusan yang tidak tepat dalam pemilihan CRO.
Stabilitas tim dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan protokol adalah kunci sukses dalam penelitian klinis.
Banyak perusahaan farmasi kecil dan bioteknologi menghadapi tantangan besar ketika memilih organisasi penelitian klinis (CRO) untuk membantu mengembangkan obat mereka. Sponsor sering kali memilih CRO besar hanya karena nama besar, tanpa mempertimbangkan apakah CRO tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan strategis dan operasional mereka. Akibatnya, mereka menghadapi biaya tersembunyi, keterlambatan dalam jadwal, dan perubahan protokol yang merugikan keberhasilan studi mereka. Salah satu masalah utama adalah bahwa CRO besar cenderung mengalokasikan sumber daya dan perhatian terbaik mereka ke klien besar yang menghasilkan pendapatan besar. Sponsor yang lebih kecil atau program studi yang kurang bernilai bagi CRO besar sering mendapatkan staf junior, waktu respons yang lama, dan perhatian yang kurang, yang berdampak buruk terutama untuk studi kompleks seperti kanker atau penyakit langka. Proses kerja CRO besar juga sangat terstandarisasi untuk melayani banyak proyek secara serentak, yang membuat mereka kurang fleksibel saat terjadi perubahan penting dalam penelitian. Misalnya, modifikasi protokol yang biasanya bisa diselesaikan dalam beberapa minggu oleh CRO spesialis, bisa memakan waktu berbulan-bulan jika dikelola oleh CRO besar dengan birokrasi yang rumit. Hal ini memperlambat waktu obat bisa sampai ke pasar, yang berdampak besar pada potensi komersial dan inovasi. Selain itu, tingkat perputaran staf di CRO besar yang mencapai 20% per tahun menyebabkan hilangnya pengetahuan penting dan perlu adanya pengawasan tambahan dari sponsor, yang menambah biaya dan memperlambat kemajuan studi. Sponsor juga harus menghadapi biaya tambahan akibat permintaan perubahan (change orders) yang dihasilkan oleh prosedur yang kaku dan hierarki persetujuan kompleks di CRO besar. Sebagai solusi, artikel menyarankan sponsor untuk menilai calon CRO dengan indikator yang lebih spesifik dan operasional seperti stabilitas tim, kecepatan pengambilan keputusan, kemampuan dalam mengelola amandemen protokol dengan cepat, serta kesesuaian bisnis. Memilih CRO yang menjadikan studi sponsor sebagai prioritas utama dan memiliki spesialisasi di bidang terapi terkait akan memberikan keuntungan kompetitif dan mempercepat keberhasilan uji klinis.

Analisis Ahli

Dr. Anita Santoso (Ahli Manajemen Proyek Klinis)
Pemilihan CRO berdasarkan kesesuaian strategis dan fokus pada stabilitas tim serta kecepatan respons adalah kunci keberhasilan uji klinis, terutama di era pengembangan obat yang cepat berubah.
Prof. Budi Wirawan (Pakarnya Farmasi dan Riset Klinis)
CRO besar dengan budaya birokrasi yang kaku tidak lagi relevan untuk studi yang membutuhkan adaptabilitas tinggi, sehingga keberadaan CRO yang lebih kecil dan spesialis jadi semakin vital.