Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Luncurkan Platform Kerja Berbasis AI, Saingan Baru LinkedIn

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
05 Sep 2025
283 dibaca
2 menit
OpenAI Luncurkan Platform Kerja Berbasis AI, Saingan Baru LinkedIn

Rangkuman 15 Detik

OpenAI sedang mengembangkan platform pekerjaan yang akan bersaing dengan LinkedIn.
Perusahaan berkomitmen untuk melatih 10 juta orang dalam keterampilan AI hingga 2030.
Fidji Simo akan memimpin beberapa aplikasi baru OpenAI, termasuk platform pekerjaan dan program sertifikasi.
OpenAI sedang mengembangkan platform perekrutan pekerjaan yang didukung oleh teknologi AI bernama OpenAI Jobs Platform. Platform ini bertujuan untuk menghubungkan perusahaan dengan pekerja yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan mereka. Rencananya, platform ini akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2026. Menurut Fidji Simo, CEO OpenAI untuk aplikasi, platform ini juga akan memberikan perhatian khusus kepada bisnis kecil dan pemerintah lokal agar mereka bisa mengakses talenta AI yang berkualitas. Hal ini menjadi langkah OpenAI untuk memperluas jangkauannya dari produk ChatGPT yang saat ini sudah populer. OpenAI ingin membantu mengatasi dampak negatif AI terhadap dunia kerja, seperti potensi hilangnya banyak pekerjaan tingkat awal, dengan memberikan program sertifikasi yang meningkatkan kemampuan masyarakat dalam teknologi AI. Program sertifikasi ini akan dimulai melalui pilot pada akhir 2025. Perusahaan juga sudah menggandeng Walmart, salah satu pemberi kerja swasta terbesar di dunia, untuk berpartisipasi dalam program sertifikasi ini. OpenAI menargetkan dapat menyertifikasi hingga 10 juta orang Amerika pada tahun 2030, sebagai bagian dari inisiatif untuk meningkatkan literasi AI nasional. Namun, langkah OpenAI ini juga berpotensi menimbulkan persaingan langsung dengan LinkedIn, platform kerja profesional yang dimiliki oleh Microsoft yang juga menjadi pendukung utama OpenAI. LinkedIn sudah lebih dulu menyematkan fitur AI untuk memperkuat proses pencocokan kerja. Ke depan, persaingan di segmen ini akan semakin ketat.

Analisis Ahli

Dario Amodei
AI punya potensi menghilangkan separuh pekerjaan tingkat awal dalam bidang white-collar sebelum 2030, sehingga platform seperti ini perlu untuk membantu transisi tenaga kerja.
Sam Altman
Dengan menggabungkan AI dalam proses perekrutan dan literasi AI, kita bisa membantu pekerja beradaptasi dan perusahaan menemukan talenta yang tepat dengan lebih efisien.