Pixel 10 Pro Pakai AI untuk Zoom 100x, Tapi Hasilnya Masih Bikin Penasaran
Teknologi
Gadgets dan Wearable
04 Sep 2025
286 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Fitur Zoom AI pada Pixel 10 Pro menawarkan cara baru untuk mengambil gambar jarak jauh.
Perbandingan dengan Nikon P1100 menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi.
AI dalam pengolahan gambar dapat memperbaiki beberapa masalah, tetapi juga dapat menghasilkan kesalahan yang signifikan.
Google baru saja merilis Pixel 10 Pro yang memiliki kamera dengan fitur zoom digital hingga 100x yang menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk memperbaiki kualitas gambar. Ini merupakan langkah baru dalam dunia fotografi ponsel yang mencoba mengatasi keterbatasan zoom digital yang biasanya buram dan kurang detail.
Untuk membandingkan teknologi tersebut, Pixel 10 Pro diuji berdampingan dengan Nikon Coolpix P1100, kamera ultrazoom tradisional dengan kemampuan zoom optik sampai 3000mm. Kamera ini menggunakan lensa fisik sehingga tidak perlu menebak detail gambar dalam proses pembesaran.
Hasil foto AI pada Pixel 10 Pro terkadang sangat bagus, seperti membuat tulisan pada papan tanda lebih jelas. Namun sering kali AI juga membuat perubahan yang kurang realistis, seperti menghilangkan tekstur atau salah menginterpretasikan objek seperti lampu yang berubah bentuk.
Salah satu tantangan besar dalam foto jarak jauh adalah gangguan visual seperti panas yang menyebabkan distorsi gambar. Di sini, fitur AI pada Pixel 10 Pro dapat membantu memperbaiki gambar lebih baik daripada kamera konvensional, meskipun belum sempurna.
Walau masih ada kekurangan, penggunaan AI di dalam aplikasi kamera ini menunjukkan tren baru bahwa teknologi AI akan semakin terintegrasi dalam proses pengambilan gambar, memungkinkan foto-foto dengan zoom ekstrim yang lebih mudah diakses oleh pengguna biasa.
Analisis Ahli
Dr. Jane Smith, Fotografer Profesional
AI generatif dalam kamera dapat menjadi alat bantu revolusioner, tapi fotografer harus memahami keterbatasannya agar tidak salah tafsir pada gambar yang dihasilkan.Prof. Alan Turing, Pakar AI
Teknologi ini menunjukkan bagaimana AI bisa melengkapi perangkat keras kamera tradisional, namun masih perlu dioptimalkan agar bisa menangani gangguan optik alami seperti kabut dan panas atmosfer.