Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Promosi Nilai McDonald’s dan Kompetitor Mulai Dongkrak Kunjungan Restoran Cepat Saji

Bisnis
Marketing
YahooFinance YahooFinance
04 Sep 2025
184 dibaca
2 menit
Promosi Nilai McDonald’s dan Kompetitor Mulai Dongkrak Kunjungan Restoran Cepat Saji

Rangkuman 15 Detik

Penawaran nilai berhasil mendorong pertumbuhan lalu lintas restoran.
McDonald's harus beradaptasi dengan strategi baru di tengah persaingan yang ketat.
Konsumen berpenghasilan rendah lebih tertarik pada restoran dengan harga yang lebih terjangkau.
Industri restoran cepat saji di Amerika Serikat tengah menghadapi tantangan penurunan kunjungan pelanggan dan pendapatan yang kurang memuaskan selama lebih dari satu tahun terakhir. McDonald’s memicu tren promosi nilai dengan memperkenalkan paket Rp 83.50 miliar ($5 M) eal Deal pada Juni 2024 yang kemudian diikuti oleh banyak restoran lain dengan berbagai penawaran diskon dan paket hemat mereka masing-masing. Meskipun banyak promosi telah dilakukan, sebagian besar merek masih mengalami trafik pelanggan yang menurun dan hasil penjualan yang tidak menggembirakan, terutama di segmen konsumen berpenghasilan rendah. McDonald’s sendiri bahkan mencatat penurunan penjualan di kuartal pertama 2025, meski mulai menunjukkan perbaikan pada kuartal kedua dengan penawaran McValue yang lebih holistic. Baru-baru ini, McDonald’s mengumumkan kembalinya Extra Value Meals dengan harga Rp 83.50 ribu ($5) untuk sarapan dan Rp 133.60 ribu ($8) untuk combo Big Mac, menghadapi persaingan ketat dari banyak restoran cepat saji lain yang terus menggelar promosi seperti giveaway, beli satu gratis satu, dan harga paket campuran. Promosi ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pelanggan terutama yang sensitif terhadap harga. Data terbaru dari Circana menunjukkan bahwa upaya ini mulai membuahkan hasil positif pada trafik pelanggan menu nilai yang naik 1% pada kuartal kedua 2025, sedangkan trafik keseluruhan industri masih mengalami penurunan. Lebih dari separuh konsumen yang jarang makan di luar mengatakan bahwa harga lebih rendah akan mendorong mereka untuk kembali mengunjungi restoran, terutama kelompok rumah tangga dengan penghasilan di bawah Rp 1.25 miliar ($75,000) . Namun, persaingan yang semakin ketat ini juga menimbulkan tantangan baru bagi para pelaku industri restoran cepat saji. Mereka harus menciptakan eksekusi pemasaran dan operasional yang lebih efektif, karena nilai bukan hanya tentang harga murah, tetapi juga terkait kualitas produk, pengalaman pelanggan, dan kemudahan layanan agar bisa memenangkan persaingan pasar.

Analisis Ahli

David Portalatin
Nilai tidak hanya soal harga murah; restoran yang sukses adalah yang menggabungkan kualitas, harga terjangkau, pengalaman hebat, dan kemudahan yang efisien.