AI summary
YJ-19 merupakan inovasi dalam teknologi hipersonik yang digunakan oleh China. Ada dua pendekatan untuk mencapai penerbangan hipersonik, masing-masing dengan tantangan teknis yang signifikan. Partisipasi China dalam parade militer menunjukkan kemajuan dalam kemampuan sistematis terintegrasi. China bersiap memperkenalkan teknologi misil hipersonik mesin pembakar udara pada parade peringatan Perang Dunia II di Beijing, yang akan menjadi debut publik global untuk teknologi canggih ini. Teknologi ini menandai lompatan besar di bidang pengembangan misil yang bisa terbang dengan kecepatan sangat tinggi secara berkelanjutan.Pada parade tersebut, berbagai misil anti-kapal seperti YJ-15, YJ-17, YJ-19, dan YJ-20 juga diperlihatkan, menunjukkan kekuatan militer laut China yang terus meningkat dan dinamis. YJ-19 menjadi pusat perhatian karena menggunakan scramjet dengan saluran masuk udara yang jelas tampak.Ada dua jenis metode hipersonik utama: pertama menggunakan roket untuk akselerasi dan melanjutkan dengan terbang gliding tanpa tenaga; kedua, menggunakan mesin yang mampu terus menghasilkan dorongan, seperti scramjet yang menghirup dan membakar udara untuk menghasilkan tenaga selama penerbangan.Hingga kini, banyak misil hipersonik menggunakan metode pertama yang membuat lintasan penerbangan menjadi tidak stabil saat fase meluncur. Metode scramjet yang diterapkan pada YJ-19 memberikan keuntungan berupa kecepatan tetap serta kemampuan manuver selama seluruh penerbangan.Dengan menampilkan teknologi ini secara publik, China menunjukkan kesiapan dan keunggulan teknologi militer mutakhir mereka, memicu kemungkinan percepatan perlombaan senjata hipersonik di tingkat global.
China menunjukkan langkah maju yang sangat agresif dalam pengembangan senjata dengan scramjet, yang jika terbukti efektif, bisa mengubah dinamika kekuatan militer global. Namun, keberhasilan teknologi ini masih bergantung pada uji coba operasional jangka panjang yang belum sepenuhnya dipublikasikan.