Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lumba-Lumba Hidung Botol Berani Makan Ular Laut Beracun, Begini Prosesnya

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (6mo ago) climate-and-environment (6mo ago)
01 Sep 2025
33 dibaca
1 menit
Lumba-Lumba Hidung Botol Berani Makan Ular Laut Beracun, Begini Prosesnya

Rangkuman 15 Detik

Lumba-lumba dapat memakan ular laut, yang merupakan perilaku tidak biasa bagi mereka.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada dampak negatif bagi lumba-lumba setelah memakan ular laut.
Bunyi yang dihasilkan lumba-lumba saat berburu memberikan wawasan baru tentang perilaku komunikasi mereka.
Penelitian terbaru dari National Marine Mammal Foundation mengungkap fakta unik tentang lumba-lumba hidung botol yang memakan ular laut perut kuning, sebuah mangsa yang jarang dilihat sebelumnya. Biasanya lumba-lumba hanya bermain dengan ular laut ini, namun kini ditemukan sampai memangsa ular tersebut. Dalam pengamatan, enam lumba-lumba dipasangi kamera yang merekam aktivitas mereka ketika berburu, termasuk momen saat mereka memakan ular laut. Para peneliti mencatat bahwa lumba-lumba mengeluarkan suara klik dengan interval yang berubah sepanjang proses berburu. Ular laut perut kuning dikenal memiliki racun neurotoksik yang berbahaya. Namun, lumba-lumba yang memakannya tampak tidak mengalami dampak negatif, berbeda dengan anjing laut macan tutul yang memuntahkan ular setelah menelannya. Peneliti menduga bahwa ular yang dimakan adalah ular muda dengan dosis racun yang lebih rendah sehingga tidak membahayakan lumba-lumba. Selain itu, perilaku ini mungkin dipengaruhi oleh kurangnya pengalaman lumba-lumba muda dalam memilih mangsa yang aman. Selama berburu, lumba-lumba mengeluarkan suara klik secara teratur, yang berubah menjadi dengungan dan pekikan saat mendekati dan menelan mangsa. Temuan ini memperlihatkan kompleksitas cara komunikasi dan strategi berburu lumba-lumba di alam liar.

Analisis Ahli

Barb Linnehan
Ular laut muda yang dimakan mungkin memiliki racun lebih sedikit, sehingga lumba-lumba tidak mengalami keracunan, menunjukkan adaptasi cerdik dari satwa ini dalam memilih mangsa.
Dianna Samuelson Dibble
Bunyi klik yang berubah-ubah mencerminkan proses berburu yang sangat terkoordinasi dan menunjukkan kompleksitas komunikasi lumba-lumba saat menangkap mangsa.