Tiongkok Ubah Medan Bawah Laut Paracel Jadi Zona Ranjau Mematikan
Sains
Fisika dan Kimia
31 Agt 2025
224 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tiongkok berencana mengubah area berbahaya di Laut China Selatan menjadi zona pembunuhan strategis.
Zona bayangan akustik dapat menyembunyikan senjata bawah air dan meningkatkan taktik militer.
Pengembangan ranjau yang canggih dapat menantang dominasi AS dalam perang bawah laut.
Empat tahun lalu, kapal selam Amerika Serikat USS Connecticut mengalami kecelakaan di Laut China Selatan setelah menabrak gunung laut yang tidak terpetakan. Insiden ini menyoroti bahaya wilayah tersebut yang mempunyai medan bawah laut sangat berbahaya dan sulit dideteksi.
Kini, ilmuwan militer Tiongkok merencanakan untuk mengubah medan bawah laut yang berbahaya ini menjadi zona perang strategis dengan memasang ranjau bawah laut yang cerdas di sekitar kepulauan Paracel. Ranjau tersebut dirancang agar bisa bersembunyi di zona 'bayangan akustik' yang susah terdeteksi sonar lawan.
Zona bayangan akustik terbentuk karena gelombang suara sonar terpecah, terpantul, atau hilang di medan bawah laut yang berbukit-bukit dan berombak. Kondisi ini sangat ideal untuk rahasia ranjau bawah laut yang dipasang untuk menargetkan kapal musuh secara selektif.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Akademi Angkatan Laut Dalian dan Universitas Teknik Harbin yang sudah terkenal dibidang teknologi kelautan dan dibuat dalam jurnal Technical Acoustics. Mereka menyoroti pentingnya memilih posisi ranjau yang optimal untuk menyembunyikannya dan memperkuat keamanan maritim China.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana teknologi militer China semakin maju dalam menguasai perang bawah laut serta memperkuat pertahanan negaranya di kawasan Laut China Selatan yang penuh ketegangan geopolitik.
Analisis Ahli
John Hemmings (Analis Pertahanan Laut)
Penggunaan zona bayangan akustik untuk ranjau bawah laut adalah inovasi penting yang akan meningkatkan keamanan maritim Tiongkok. Namun, hal ini juga memperbesar risiko konflik militer di Laut China Selatan, mengingat ketegangan yang sudah tinggi di kawasan tersebut.

