Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan Beralih ke Bluesky Tinggalkan Twitter Akibat Kebijakan dan Algoritma Baru

Sains
Iklim dan Lingkungan
Wired Wired
28 Agt 2025
8 dibaca
2 menit
Ilmuwan Beralih ke Bluesky Tinggalkan Twitter Akibat Kebijakan dan Algoritma Baru

Rangkuman 15 Detik

Banyak ilmuwan berpindah dari Twitter ke Bluesky karena kebijakan moderasi yang lebih baik.
Survei menunjukkan bahwa pengguna merasa lebih terlibat dan memiliki interaksi yang lebih positif di Bluesky.
Perubahan pada Twitter setelah akuisisi oleh Elon Musk membuat banyak pengguna merasa platform tersebut tidak lagi berguna.
Setelah Elon Musk mengambil alih dan mengubah Twitter menjadi X pada tahun 2022, banyak ilmuwan mulai kecewa dengan perubahan algoritma dan kebijakan moderasi yang membuat Twitter kurang berguna untuk komunikasi profesional. Mereka mencari alternatif baru seperti Threads, Post, Mastodon, dan Bluesky, dengan banyak yang akhirnya memilih Bluesky karena fitur dan komunitasnya yang lebih baik. David Shiffman, seorang ilmuwan dan penulis, ikut mendukung dengan melakukan survei ilmiah berjumlah 813 responden dari kalangan ilmuwan, komunikator, dan pendidik sains. Survei ini mengungkap bahwa sebagian besar dari mereka menggunakan Twitter dulu untuk belajar, menjalin relasi profesional, dan mengedukasi publik. Namun sejak akuisisi oleh Musk, pengalaman mereka menurun drastis hingga banyak yang beralih ke Bluesky. Keluhan terhadap Twitter antara lain munculnya spam, konten pornografi, akun bot, serta penyebaran konten ekstrem dan misinformasi. Di sisi lain, Bluesky menawarkan pengalaman yang bebas algoritma, format yang familiar, dan alat bantu seperti saran siapa yang harus diikuti. Moderasi yang baik juga memberi rasa nyaman kepada pengguna agar bisa menghindari percakapan yang agresif. Data juga menunjukkan Bluesky mampu mendorong lebih banyak keterlibatan dan traffic ke konten ilmiah. Misalnya, blog Southern Fried Science mendapat 100 kali lipat kunjungan dari Bluesky dibandingkan Twitter dalam tahun 2025. Bahkan Ars Technica melaporkan bahwa kunjungan dari Bluesky mulai mengungguli Twitter karena penggunanya yang bertambah pesat. Selain itu, Shiffman menolak kritik yang menuduh Bluesky sebagai platform dengan sudut pandang liberal yang sempit, dan justru menggambarkan Twitter kini dipenuhi konten radikal yang ekstrem dan berbahaya. Meski terdapat tantangan dalam membangun komunitas yang inklusif di Bluesky, platform ini sudah menjadi ruang penting baru untuk komunikasi ilmiah dan diskusi profesional.

Analisis Ahli

David Shiffman
Media sosial harus menyediakan ruang yang aman dan bermakna untuk berdiskusi ilmiah, dan Bluesky berhasil mengisi kekosongan yang ditinggalkan Twitter.
Julia Wester
Studi kami membuktikan bahwa perubahan perilaku pengguna sosial media dipengaruhi oleh kualitas interaksi dan kebijakan moderasi yang diterapkan platform.