Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Kripto Turun Jelang Data Inflasi AS Dan Dampaknya Pada Bitcoin Dan Ethereum

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
29 Agt 2025
1377 dibaca
2 menit
Pasar Kripto Turun Jelang Data Inflasi AS Dan Dampaknya Pada Bitcoin Dan Ethereum

TLDR

Pasar kripto berisiko mengalami penurunan menjelang data inflasi AS.
Solana menghadapi tantangan dengan penurunan pendapatan aplikasi tetapi masih memimpin di sektor DeFi.
Open interest di futures menunjukkan preferensi investor yang beralih dari Bitcoin ke Ethereum.
Pasar kripto turun 3,6% dalam 24 jam terakhir yang didorong oleh kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi inti PCE di Amerika Serikat. Data ini sangat penting karena dapat mempengaruhi keputusan The Federal Reserve tentang pemotongan suku bunga yang telah ditunggu-tunggu banyak pihak. Hampir semua koin utama mengalami penurunan, menggambarkan sentimen risk-off yang mendominasi seluruh pasar.Open interest untuk futures kripto besar mengalami penurunan kecuali Solana yang justru mencatat rekor tertinggi open interest. Hal ini berbarengan dengan rally harga SOL mencapai angka $217, level tertinggi sejak Februari. Sementara itu, funding rates untuk beberapa koin utama mulai menunjukkan bias bearish, terutama untuk ether, tron, dan BNB, menandakan investor mulai siap-siap menahan posisi sell.Pendapatan aplikasi di jaringan Solana turun tajam sebanyak 44% dari kuartal pertama ke kuartal kedua menjadi $576,4 juta, walaupun nilai terkunci (TVL) di sektor DeFi naik 30% dan melewati angka $11 miliar. Beberapa proyek DeFi utama, seperti Kamino Finance dan Raydium, menunjukkan pertumbuhan TVL yang signifikan, memperlihatkan kuatnya ekosistem Solana di tengah tekanan pasar.Sementara itu, analisis opsi menunjukkan pergeseran dari posisi bullish ke bias bearish sejak awal minggu, dengan penjualan call dan strategi rolling put di BTC dan ETH yang mendominasi. Meski demikian, ada juga indikasi optimisme untuk jangka menengah lewat permintaan call spread pada opsi BTC yang berakhir pada Desember mendatang, menandakan investor masih melihat peluang pemulihan.Keseluruhan, kondisi pasar mencerminkan ketidakpastian tinggi karena investor sedang menunggu data inflasi krusial dari AS yang akan menentukan arah suku bunga di masa depan. Oleh karena itu, volatilitas di pasar kripto kemungkinan masih akan tinggi di waktu dekat, dan para pelaku pasar harus berhati-hati dalam mengelola risiko posisi mereka.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.