Nvidia Tumbuh Meski Dihadang Larangan Penjualan Chip di China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Agt 2025
69 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pendapatan Nvidia tumbuh signifikan meskipun tidak ada penjualan di China.
Chip Blackwell memiliki potensi besar untuk masa depan Nvidia dan industri AI.
Pembatasan ekspor dapat memengaruhi pendapatan tetapi permintaan untuk produk Nvidia tetap kuat.
Nvidia melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 56% menjadi 46,7 miliar dolar AS pada kuartal kedua fiskal 2026, meskipun menghadapi pembatasan ekspor chip H20 ke pasar China. Pendapatan dari segmen data center mencapai 41,1 miliar dolar AS, menunjukkan permintaan kuat untuk chip AI dan pembelajaran mesin.
Perusahaan tidak berhasil menjual chip H20 di China karena pembatasan dari pemerintah AS, yang menyebabkan kerugian persediaan sebesar 4,5 miliar dolar AS. Namun, Nvidia tetap berhasil menjual chip H20 ke pelanggan di luar China dan memanfaatkan persediaan yang ada.
Lini chip berikutnya, Blackwell, dilaporkan memberikan performa AI hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan lini sebelumnya, Hopper, dengan konsumsi energi yang lebih efisien. Penjualan Blackwell meningkat 17% dibandingkan kuartal pertama, menandakan permintaan yang tinggi.
Nvidia telah menandatangani kontrak dengan banyak perusahaan besar seperti Walt Disney, Foxconn, dan Hitachi, serta sedang mengembangkan infrastruktur AI Blackwell di berbagai negara Eropa. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas ekosistem AI secara global.
Meskipun ada ketidakpastian terkait pasar China yang sebelumnya menyumbang 13% dari total pendapatan, analis memperkirakan Nvidia akan terus tumbuh dengan pesat, dan Blackwell akan menjadi kunci sukses perusahaan. Potensi Nvidia menjadi perusahaan dengan valuasi 5 triliun dolar AS dianggap sangat mungkin terjadi.
Analisis Ahli
Dan Ives
Hasil Nvidia membuktikan bahwa gelombang adopsi AI baru saja dimulai dan potensi pertumbuhan perusahaan masih sangat besar, terutama jika pasar China kembali terbuka.