Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Workday Dorong Inovasi AI, Saham Bisa Melonjak Hingga 50 Persen

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
29 Agt 2025
55 dibaca
2 menit
Workday Dorong Inovasi AI, Saham Bisa Melonjak Hingga 50 Persen

Rangkuman 15 Detik

Workday mengakuisisi Flowise dan Paradox untuk memperkuat strategi kecerdasan buatan.
Meskipun pertumbuhan pendapatan yang kuat, saham Workday mengalami penurunan karena kekhawatiran pasar.
Sentimen positif terhadap kolaborasi manusia-AI semakin meningkat di kalangan pekerja.
Workday, perusahaan perangkat lunak enterprise terkemuka yang berbasis di Pleasanton, Amerika Serikat, sedang mempercepat strategi kecerdasan buatannya (AI) setelah melaporkan performa kuartal kedua yang solid. Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 2,4 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 12,6% dibanding tahun lalu, disertai backlog langganan yang meningkat signifikan. Sebagai bagian dari strategi AI-nya, Workday mengakuisisi Flowise dan Paradox untuk memperkuat solusi agen AI yang dapat disesuaikan di bidang HR dan keuangan. Hal ini sejalan dengan perubahan sikap pekerja, di mana hampir 75% merasa nyaman bekerja sama dengan agen AI sebagai kolaborator, mengindikasikan kesiapan budaya akan teknologi baru ini. Meskipun Workday menunjukkan kinerja yang sangat positif dalam kuartal kedua, pasar merespons dengan hati-hati terhadap panduan kuartal ketiga yang relatif konservatif. Saham WDAY mengalami penurunan 11% sejak awal tahun 2025, dan masih berada 22% di bawah harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir. Para analis pasar memberikan proyeksi optimistis terkait saham Workday. Sebagian besar mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga rata-rata sekitar 279,86 dolar AS dan target tertinggi hingga 340 dolar AS, yang berarti potensi kenaikan saham bisa mencapai hampir 50%. Namun, beberapa analis juga mengingatkan tentang ketidakpastian terkait pertumbuhan jangka menengah. Workday juga terus memperluas ekosistemnya dengan peluncuran jaringan mitra baru, penguatan jejaknya di India, dan kerja sama dengan perusahaan besar seperti Alphabet dan Qantas. Perusahaan menargetkan pendapatan langganan tahun fiskal 2026 sebesar 8,8 miliar dolar AS dengan margin operasi non-GAAP 29%, menunjukkan fokus pada profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Analisis Ahli

TD Cowen
Melihat laporan Q2 Workday sebagai indikator kinerja bersih yang solid dan menyoroti pertumbuhan kuat pada cRPO serta momentum AI yang berkembang.
RBC Capital
Meyakini potensi kenaikan yang kuat didukung oleh awal adopsi AI dan ekosistem mitra yang semakin luas.
KeyBanc
Memangkas target harga karena ketidakpastian pertumbuhan jangka menengah meski rating tetap 'Overweight'.
Bernstein
Menurunkan target harga sambil menilai panduan perusahaan relatif kurang mengesankan tapi tetap mendukung rekomendasi 'Outperform'.