Telkom dan Kemendikdasmen Percepat Digitalisasi Pendidikan dengan Kurikulum Coding & AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Agt 2025
266 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Telkom Indonesia berkomitmen untuk mendukung transformasi pendidikan melalui pelatihan digital.
Program pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak.
Pendidikan masa depan harus mempersiapkan generasi muda untuk menciptakan teknologi, bukan hanya menggunakannya.
PT Telkom Indonesia melalui platform edukasi digitalnya, PIJAR, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mengimplementasikan kurikulum Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk guru dan sekolah di berbagai daerah. Program ini bertujuan mempercepat transformasi digital nasional di bidang pendidikan.
Pelatihan tahap awal sukses diadakan di Kota Semarang dan Kabupaten Boalemo yang diikuti oleh 116 guru dari 58 sekolah selama lima hari. Para guru mendapatkan pembekalan tentang praktik dasar pemrograman berbasis AI, termasuk pembuatan model machine learning dan kreasi konten pembelajaran yang inovatif.
Kegiatan ini melibatkan sinergi antara pihak Kemendikdasmen, pemerintah daerah setempat, PIJAR - Telkom, dan Lembaga Pelatihan Digital yang menyediakan materi dan pelatihan guru. Hal ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dalam menunjang pendidikan digital.
Mengingat antusiasme dan manfaat yang diperoleh, program ini akan diperluas ke wilayah lain seperti Lampung, Jembrana, DKI Jakarta, Bandung, dan Balikpapan. Telkom berkomitmen untuk terus mendukung pemerataan akses kurikulum digital agar seluruh Indonesia merasakan dampaknya.
Menurut Direktur IT Digital Telkom, penting membekali generasi muda tidak hanya untuk menggunakan, tapi juga menciptakan teknologi. Upaya ini menjadi langkah awal membentuk generasi Indonesia yang tangguh dan siap bersaing di era digital yang terus berkembang.
Analisis Ahli
Prof. Dr. Ahmad Irfan, pakar teknologi pendidikan
Pelatihan untuk guru dalam bidang AI dan coding adalah langkah krusial agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi konsumsi teknologi, tetapi juga penguasaan penciptaan teknologi yang dapat mendorong kemajuan pendidikan secara signifikan.

